PSBL Mergosono Hari Pertama, Wali Kota Sutiaji Kritisi Cek Point

Wali Kota Sutiaji memantau penerapan PSBL Kelurahan Mergosono hari pertama, Jumat (10/7). (Humas Pemkot Malang)
Article top ad

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji beri catatan khusus pada hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di wilayah Kelurahan Mergosono, Jumat (10/7). Paling disorot tentang keberadaan cek point atau pos pengecekan keluar – masuk pemukiman warga.

“Satu hal yang menjadi catatan saya pada kunjungan kali ini adalah kurangnya tenaga penunjang di check poin agar saat pemeriksaan suhu tubuh dapat berjalan lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, juga belum ada tempat transit bagi warga dengan suhu badan yang tinggi sekaligus belum adanya tenaga medis dari Puskesmas Arjowinangun.

“Ke depan, saya sudah perintahkan pak Camat untuk segera melengkapi kekurangannya,” imbuhnya.

Alumnus IAIN Malang ini mengapresiasi dukungan warga Mergosono atas kesadarannya untuk melakukan PSBL atau lockdown lokal tanpa adanya paksaan.

“Hal ini harus kita apresiasi; ini bentuk kesadaran masyarakat untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah Mergosono,” sambung dia.

Ia menambahkan, penerapan PSBL di wilayah Mergosono akan terus dipantau selama 14 hari ke depannya. Guna memastikan mata rantai penularan Covid-19 benar-benar terputus.

Pada kunjungan tersebut, Wali Kota Sutiaji juga menemukan beberapa warga yang terjaring dengan suhu lebih dari 37,3 derajat pada pemeriksaan awal. Warga tersebut kemudian diminta transit lebih dulu untuk nantinya di cek suhu kembali.(der)