Proyek PLTS Terapung Karangkates Dimulai

MALANGVOICE- Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, resmi dimulai. Pembangkit yang ditargetkan berkapasitas 100 Megawatt (MW) itu ditandai dengan prosesi soft launching water breaking, Jumat (13/2).

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, hadir langsung dalam seremoni tersebut. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap proyek yang dikembangkan oleh PLN Group.

Dry Fountain Alun-Alun Tersumbat dan Bau Pesing, DLH Lakukan Evaluasi

“PLTS Terapung Karangkates ini bentuk sinergitas pengelolaan air dan energi bersih multipihak,” tegas Fahmi.

Kegiatan water breaking sekaligus menjadi tanda dimulainya konstruksi fisik proyek energi baru terbarukan tersebut. PLTS Terapung Karangkates digadang sebagai salah satu PLTS terapung berskala besar di Indonesia. Proyek ini diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emission serta implementasi Green RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik).

Menurut Fahmi, pembangunan ini juga menjadi momentum penting dalam transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose.

“Ini hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai, soft launching bukan sekadar seremoni awal pembangunan. Lebih dari itu, menjadi simbol perubahan cara pengelolaan bendungan yang kini semakin adaptif terhadap tantangan energi masa depan.

“Waduk Karangkates kini berperan ganda. Tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga bagian dari solusi transisi energi hijau nasional,” ujarnya.

Fahmi memastikan, PJT I tetap mengedepankan aspek keamanan bendungan dan keberlanjutan fungsi utama waduk dalam setiap tahapan proyek. Seluruh proses konstruksi, kata dia, akan disesuaikan dengan standar teknis keselamatan dan tidak mengganggu pengelolaan air.

Sinergi pengelolaan air dan pengembangan energi terbarukan ini dinilai menunjukkan keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Dalam seremoni soft launching, dilakukan penandatanganan solar panel serta prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya proyek.

Fahmi optimistis, kehadiran PLTS Terapung Karangkates akan mengoptimalkan aset bendungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya dinilai tak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberi nilai tambah lingkungan, seperti efisiensi ruang dan potensi pengurangan laju evaporasi air.

“Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, kami terus membuka ruang kolaborasi strategis. Kami dorong inovasi dan keberlanjutan untuk kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait