Praktisi Pemberdayaan Nilai Program Sam HC Sangat Cocok untuk Kabupaten Malang

Article top ad

MALANGVOICE – Praktisi Pemberdayaan Masyarakat, Pietra Widiadi menilai konsep ekonomi berbagi dari calon bupati Malang jalur independen Heri Cahyono (Sam HC) cocok diterapkan di Kabupaten Malang.

“Apa yang dikonsepkan Sam HC, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Dial Foundation dengan Pendopo Kembangkopi yang Kami kelola. Dibangunan ekonomi berbagi, seperti halnya ekonomi koperasi. Bahwa negara berperan aktif membangun relasi dengan pelaku usaha besar supaya, apa yang dibutuhkan oleh petani tidak dipermainkan oleh spekulan, dan pedagang perantara,” tandas Founder Dial Foundation, Pietra Widiadi, Senin (9/11/2020).

Sam HC bersilaturahim ke Pendopo Kembangkopi Wagir, yang merupakan brand dari dial foundation (DF).

Kunjungan ini menjadi sebuah diskusi tentang cita-cita dari Sam Heri Cahyono yang dibagikan kepada warga Desa Sumbersuko.

Sam HC dalam kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir. Pengusaha Asal Kasembon ini mengaku sudah mengalami kehidupan yang cukup keras dan mendapatkan berkat serta bekal yang cukup untuk membangun mimpinya.

Sembilan (9) perusahaan sudah didirikan, mengajar manajemen usaha di beberapa universitas terkemuka di Indonesia dan sudah menjejakkan kaki di 41 negara di dunia in

Dengan kerendahan hati, Sam HC menyampaikan pengalaman hidupnya. Dari pengalaman itu, salah satu mimpinya adalah bagaimana memberikan perlindungan terhadap hasil produksi petani dan juga disampaikan bahwa perlindungan itu bisa berupa zonasi komoditi sesuai konteks lokalnya, yang disebutnya sentra.

“Tentu, meskipun ini dalam masa kampanye, diskusi seperti ini dimana sesama warga Kabupaten Malang bisa saling berbagi untuk bisa saling memberdayakan,” tukas Pietra yang juga alumnus Universitas Airlangga ini.

Terkait Konsep Ekonomi Berbagi Layaknya Koperasi, Pietra menuturkan,
artinya, cita-cita membangun ekonomi dari desa dikembangkan dan membuka kebersamaan, baik petani/peternak/perkebunan/perikanan dengan pedagang dan pelaku usaha lainnya.

Pietra menjelaskan, Sam C mengungkapkan jika pihaknya memberikan kesempatan untuk membangun rumah.

Perumpamaan melakukan bedah rumah, nampaknya cocok dan sesuai dengan kondisi Kabupaten Malang.

Dimana saat ini, Kabupaten Malang dianggap kurang jejeg, jejeg moral e, jadi perlu diadakan bedah rumah. Dengan bedah rumah, maka yang memberikan sumbangan kemungkinan besar tidak akan meminta ganti, tidak minta upah untuk melakukan.

“Dengan demikian maka cita-cita inilah yang menjadi bahasan dalam diskusi ringan dengan Sam HC. Jadi dirinya kalaupun nantinya terpilih jadi bupati, yang dilakukan seperti perumpamaan bedah rumah itu,” tukas Pietra mengakhiri.