Bunuh Diri di Tirtoyudo

Posisi Bunari yang Begini Membuat Polisi Harus Lakukan Otopsi

Posisi korban saat meninggal (foto: PMI Kabupaten Malang)
Posisi korban saat meninggal (foto: PMI Kabupaten Malang)

MALANGVOICE- Posisi jenazah Bunari (47) warga Dusun Garotan, Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang sempat membuat anggota Polsek Tirtoyudo curiga bahwa korban tidak murni bunuh diri.

Pasalnya, saat ditemukan tewas di kebun kopi milik Parto Poniman di Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, posisi lutut Bunari dalam keadaan menyentuh tanah dan tertekuk.

Hal ini yang membuat Polsek Tirtoyudo meminta otopsi terhadap jenazah Bunari ke RSSA Malang.

“Bunuh diri tapi kakinya tertekuk dan menyentuh tanah. Ini yang membuat kami curiga hingga memintakan otopsi,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Yan Usuludin kepada MVoice.

Usai proses otopsi, penyebab kematian korban murni karena gantung diri. Hal ini diperkuat dengan keluar (maaf) sperma dari kemaluan korban. Selain itu juga tidak ditemukan bekas kekerasan.

“Tadi keluarga korban juga sudah menyaksikan sendiri. Penyebab bunuh diri hingga saat ini juga masih belum diketahui. Korban terkenal pendiam dan suka memendam masalah,” tandas dia.

Baca Juga :
Dua Hari, Tiga Kejadian Bunuh Diri di Kabupaten Malang
Kerap Bertengkar dengan Istri, Sutaji Bunuh Diri