Polres Batu ‘Gulung Penjahat’ Jelang Nataru

Waka Polres Batu Kompol Nurmala menggelar hasil Ops. Sikat Semeru II di Mapolres Batu, Rabu (20/12). (Aziz Ramadani/MVoice)
Waka Polres Batu Kompol Nurmala menggelar hasil Ops. Sikat Semeru II di Mapolres Batu, Rabu (20/12). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Operasi Sikat Semeru II 2017 Polres Batu raih tangkapan besar. Total ungkap 37 kasus, mulai curat 5 kasus, curas 1 kasus, narkoba 4 kasus, premanisme 3 kasus, miras 3 kasus, dan razia premanisme 19 orang.

Waka Polres Batu, Kompol Nurmala mengatakan, pengungkapan kasus itu hasil Operasi Sikat Semeru II yang dilakukan sejak 11 Desember hingga 20 Desember. Kasus itu di antaranya 4 tersangka kasus narkoba, yakni ES warga Desa Junrejo Batu yang didapati sedang membawa 1200 butir Pil Dobel L. Pil tersebut dijual dan menghasilkan uang sebesar Rp 130 ribu. ES yang pekerjaannya tidak menentu itu ditangkap di warung pinggir jalan di Jl Ir Soekarno.

Lalu, tersangka kedua PY warga Kedung Kandang, Kota Malang, didapati memakai 1 paket sabu seberat 0,5 gram dan satu alat bantu hisap. PY diketahui memakai sabu-sabu di salah satu villa di Desa Oro-Oro Ombo.

BNN Kota Malang

“Kemudian inisial ABD warga Temas yang juga mengonsumsi sabu-sabu seberat 0,5 gram. Tersangka terakhir pengguna pil dobel L inisial ID warga Dampit. Diketahui ia membawa Pil Dobel L sebanyak 755 butir,” kata Nurmala.

Pil Dobel L itu dijual seharga Rp 35 ribu per 35 butir. Dikatakannya, dua di antara tersangka narkoba itu ialah residivis dengan kasus yang sama.

Nurmala melanjutkan bahwa pengungkapan kasus dalam tahun ini terbilang sukses mengalami peningkatan. “Operasi sebelumnya hanya terungkap 6 kasus saja,” paparnya.

Peningkatan kasus ini dikarenakan maraknya aksi premanisme yang meresahkan beberapa masyarakat dan wisatawan yang kerap terjadi di pusat-pusat keramaian seperti di Alun-Alun, Terminal dan pusat-pusat lain.

Modusnya menjadi pengamen yang memaksa meminta uang ini terjadi di pusat-pusat keramaian seperti di Alun-Alun, terminal dan pusat-pusat wisata lainnya.

“Premanisme ini kami beri peringatan saja untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika tertangkap lagi akan koordinasi dengan pihak terkait terutama Dinsos Kota Batu,” tutupnya.(Der/Aka)