Polisi Hentikan Proses Hukum Insiden Meninggalnya Wisatawan Mikutopia

MALANGVOICE– Keriuhan penuh gembira dari para wisatawan yang berkunjung ke Mikutopia seketika berubah menjadi ketegangan. Lantaran seorang pengunjung bernama Suyati mendadak pingsan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin lalu (23/3).

Kala itu, perempuan asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu datang bersama suaminya, Muh Ali berharap ingin menikmati kebahagian. Namun takdir berkata lain, di saat suaminya berdesakan mengantre di loket pembelian tiket yang penuh pengunjung lainnya, tiba-tiba Suyati pingsan.

Istri Meninggal Dunia Diduga Diracun, Diduga Korban KDRT Suami Sendiri

“Ketika berada di lokasi loket, tiba-tiba yang bersangkutan pingsan. Petugas wisata yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Pos P3K untuk mendapatkan penanganan awal,” jelas Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry (Sabtu, 4/4).

Petugas di lokasi segera melakukan upaya pertolongan pertama. Namun kondisi korban tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Petugas kemudian memutuskan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Suyati selanjutnya dibawa menuju RS dr Tri Punten untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS dr Tri Punten, tidak ditemukan adanya indikasi gangguan pada jantung. Pemeriksaan fisik yang dilakukan, termasuk pengecekan denyut nadi hingga rekam jantung (EKG), menunjukkan hasil normal.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menyampaikan, bahwa pihak pengelola Mikutopia telah melakukan penanganan secara cepat setelah insiden tersebut terjadi. Tim internal langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum dilakukan evakuasi ke rumah sakit.

“Manajemen Mikutopia menyampaikan bahwa begitu insiden terjadi, tim langsung sigap memberikan pertolongan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung di area wisata. Prosedur operasional standar (SOP) juga disebut telah dijalankan, termasuk penanganan darurat serta pelaporan kepada pihak berwenang.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto menegaskan, bahwa peristiwa tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Hal itu karena pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Dari hasil komunikasi dengan pihak keluarga, mereka telah membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini sebagai musibah. Sehingga tidak ada proses hukum yang dilanjutkan,” ujarnya (Sabtu, 4/4).

Ia mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, aktivitas wisata di kawasan Mikutopia tetap berjalan normal. Pengelola juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Pihak pengelola wisata menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan bagi setiap pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut,” imbuh Joko.

Humas Mikutopia Brian Kenendera menerangkan pengelola juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab pengelola dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan setiap pengunjung.

Selain itu, pihak pengelola juga memastikan bahwa seluruh prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan, termasuk upaya evakuasi dan pelaporan kepada pihak berwenang.

“Kami memastikan penanganan peristiwa itu sesuai prosedur,” tegas Brian.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait