Polinema Perkuat Jejaring Internasional Lewat Education Expo 2026

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memantapkan langkah menuju kampus berstandar internasional. Hal itu ditunjukkan lewat gelaran International Education Expo & Polinema Open House 2026 di Graha Polinema, Rabu (1/4).

Acara ini tak sekadar pameran pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar kampus dalam memperkuat daya saing di kancah global. Polinema menggandeng berbagai mitra luar negeri, mulai dari Jepang, Malaysia, Prancis hingga China.

Sejumlah agenda turut meramaikan, termasuk talk show internasional yang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.

Lapas Kelas I Malang Sukses Panen Raya, Hasil Panen Disalurkan untuk Korban Bencana

Sejak pagi, suasana Graha Polinema dipadati pengunjung. Pelajar, mahasiswa, dosen hingga pelaku industri tampak antusias menggali informasi seputar peluang pendidikan dan kolaborasi internasional.

Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (Deny/MVoice)

Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT menegaskan kegiatan ini menjadi pijakan penting dalam mendorong transformasi kampus.

“Ekspo ini menjadi upaya kami untuk menguatkan posisi Polinema sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, sekaligus mendorong transformasi menuju kampus internasional dalam periode 2025-2029,” ujarnya.

Ia menekankan, proses internasionalisasi tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, Polinema membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa dan staf untuk terlibat dalam berbagai program global, seperti magang, pelatihan, hingga beasiswa.

Program yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari joint degree, short course, pelatihan, hingga summer camp bersama mitra internasional. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi pelajar SMA/SMK di Malang Raya untuk mengenal pendidikan bertaraf global sejak dini.

Antusiasme peserta mengikuti International Education Expo & Polinema Open House 2026 di Graha Polinema, Rabu (1/4). (Deny/MVoice)

Dalam menjawab tantangan zaman, Polinema juga mengadopsi sistem pembelajaran berbasis teknologi. Model pembelajaran kini lebih fleksibel dengan pendekatan hybrid dan pemanfaatan Learning Management System serta Massive Open Online Courses (MOOC).

“Persiapan seperti bahasa asing bisa dilakukan secara daring sebelum mahasiswa berangkat ke luar negeri,” tambahnya.

Kolaborasi internasional yang dibangun pun semakin konkret. Salah satunya dengan BYD Automotive Technology yang dijajaki sebagai mitra pengembangan laboratorium dan riset kendaraan listrik.

Selain itu, kerja sama juga diperkuat bersama Institut Français Indonesia serta penjajakan program joint degree dengan Université Paris-Est Créteil.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan riset yang aplikatif.

“Ini program luar biasa. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa melihat langsung dunia kerja. Ke depan, kami optimistis penelitian kampus bisa lebih aplikatif dan menjawab kebutuhan pemerintah,” katanya.

Melalui langkah ini, Polinema optimistis mampu mempercepat visinya sebagai kampus vokasi berstandar internasional. Dengan jejaring global yang semakin luas, peluang mahasiswa untuk bersaing di tingkat dunia pun kian terbuka.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait