MALANGVOICE– Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyelaraskan strategi implementasi program “Perintis Berdaya Connect”. Dalam hal ini, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkunjung ke Kota Batu.
Kunjungan tersebut berlangsung insentif selama dua hari dengan serangkaian rapat koordinasi teknis dan kunjungan lapangan ke Gedung PLUT K-UMKM dan Sentra UMKM. Dilanjutkan dengan pertemuan antara Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison bersama Wali Kota Batu, Nurochman.
Leontinus menjelaskan bahwa “Perintis Berdaya Connect” didesain sebagai solusi terintegrasi untuk pemberdayaan masyarakat dan kemiskinan. “Perintis Berdaya Connect kami desain sebagai layanan terpadu yang menghubungkan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta pekerja migran dengan pelatihan, pendampingan, pencocokan bisnis, dan akses pembiayaan,” ungkap Deputi Leontinus.
Wali Kota Batu, Nurochman menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya menjadikan Kota Batu sebagai role model. Diharapkan program ini dapat menciptakan ekosistem wirausaha yang mandiri serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Kota Batu. Tentunya diiringi pula kolaborasi hexa-helix yang melibatkan pemerintah, bisnis, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat.
“Kami merasa senang karena apa yang disampaikan hari ini adalah wujud dari impian yang kami tuangkan dalam Visi Misi MBATU SAE. Kami siap jika Kota Batu dijadikan sebagai contoh daerah untuk program Kemenko PM,” tegas Cak Nur.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batu, M. Chori dipercaya untuk memimpin koordinasi strategis tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk efisiensi program untuk meminimalisir redundansi atau tumpang tindih program intervensi pemerintah lintas level, mulai dari pusat, regional, hingga daerah.
“Hal ini dilakukan melalui identifikasi layanan pengembangan usaha masyarakat yang sudah ada di Kota Batu, Sehingga program Perintis Berdaya Connect dapat berjalan efektif tanpa mengulang program yang sudah berjalan,” ungkap dia.
Ketua Komite Ekraf Agrokreatif Kota Batu, M. Anwar, turut mendampingi dalam sesi diskusi komunitas bersama forum lintas komunitas seperti Batu Creative Hub dan Petani Muda Berjaya. Kunjungan ini menjadi momen krusial untuk “belanja masalah” secara langsung dari para pelaku di lapangan.
Menurutnya, dialog kolaboratif ini diperlukan untuk memetakan peluang aktivasi ruang kreatif melalui kemitraan strategis, serta mengeksplorasi potensi matchmaking (pencocokan bisnis) antara pelaku usaha lokal dengan ekosistem pendukung nasional.
“Program kolaborasi ini diproyeksikan sebagai bagian dari menyongsong Kota Batu menuju Kota Kreatif Kuliner Ievel Indonesia dan Kota Kreatif Gastronomi Dunia sesuai visi Mbatu SAE,” tandasnya.(der)