Peringati HUT ke 74 RI, PD Jasa Yasa Gelar Upacara Kerakyatan di Pantai Ngliyep

Direktur PD Jasa Yasa, Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan. (Toski D).
Direktur PD Jasa Yasa, Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan. (Toski D).

MALANGVOICE – Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang bakal menggelar upacara kerakyatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke 74 Republik Indonesia di Pantai Ngliyep.

Direktur PD Jasa Yasa Kabupaten Malang Ahmad Faiz Wildan mengatakan, upacara itu nanti akan diikuti para nelayan, dan masyarakat di sekitar pantai, serta seniman dan budayawan.

Pantai Ngliyep

“Upacara kerakyatan ini bertujuan untuk meneguhkan kembali jejak Presiden RI Pertama Ir Soekarno atau Bung Karno dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

BNN Kota Malang

Menurut Wildan, pantai Ngliyep memiliki sejarah yang sangat penting bagi kemerdekaan RI. Pasalnya, sang Proklamator (Bung Karno, red) pernah membuat karya puisi tentang keindahan Pantai Ngeliyep. Dari salah satu cuplikan karya puisi Bung Karno, yaitu “Jikalau aku berdiri di Pantai Ngliyep, aku mendengar lautan Hindia bergelora, membanting di pantai Ngeliyep itu, aku mendengar lagu, sajak Indonesia”. Dengan begitu, pihaknya ingin mengenang Bung Karno dengan menggelar upacara kerakyatan di HUT RI Ke 74.

“Kami sebagai generasi muda penerus bangsa, tetap selalu menghormati jasa-jasa para pendiri bangsa, serta para pejuang kemerdekaan. Karena tanpa perjuangannya dikala itu, tidak mungkin Indonesia seperti sekarang ini,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Wildan, di area Pantai Ngliyep juga terdapat Sendang Kamulyan, yang saat itu Bung Karno sering mendatangi sendang tersebut. Sehingga Pantai Ngeliyep juga mempunyai sejarah. Maka, pihaknya ingin mengingatkan kembali kepada warga Kabupaten Malang, jika dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, Pantai Ngeliyep juga memiliki sejarah, sehingga harus tetap dilestarikan.

“Jadi dengan digelarnya upacara kerakyatan ini diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Malang mengetahui jika Pantai Ngeliyep memiliki sejarah di masa penjajahan,” tandasnya.(Hmz/Aka)