Penjualan Durian Menurun Drastis Akibat Pandemi

Penjual durian di Kecamatan Temas, Kota Batu (Aan)
Article top ad

MALANGVOICE – Musim durian biasanya disambut semarak oleh berbagai kalangan. Buah berduri ini memang menjadi tambatan hati bagi banyak orang.

Semarak itu kali ini tidak dirasakan. Adanya persebaran virus covid-19 menjadikan banyak orang yang tidak keluar dan menyambut musim durian seperti dulu.

“Pelanggan jadi sepi karna larangan yang dikeluarkan. Kalau diwaktu normal libur seperti ini bisa jadi panen buat kami, ditahun ini jauh sekali,” ujar salah satu penjual durian, Sahmo Farudin yang berada di Kelurahan Temas Kecamatan Batu.

Rata-rata tiap harinya dia hanya mendapatkan 5 pembeli saja. Jauh dibandingkan sebelum pandemi yang bisa mencapai seratus pembeli perharinya. Dengan permintaan rendah, ia sering menyisakan buah yang tidak laku dijual.

“Biasanya saya jual untuk pembuat selai atau olahan lain. Kan kulitnya aja yang agak layu, tapi buahnya masih bagus” paparnya. Cuaca ektrem belakangan ini juga menjadi masalah.

Buah durian yang tidak tahan akan kadar air tinggi menjadi alasannya. “Dia jadi ada bercak hitam-hitamnya. Kulit buah juga mudah retak karena terlalu banyak menyerap air,” katanya.

Para petani biasa mengatasi hal itu dengan cara secepat mungkin memanen buah yang sudah masak. “Belum ada jalan keluar lain selama ini. disemprot atau dipupuk menggunakan produk yang bisa menangkalnya masih belum ditemukan,” jelasnya.

Harga buah dengan aroma menyengat ini dipasaran cendrung stabil. Satu buahnya dibanderol dengan harga Rp 50 hingga 250 ribu tergantung ukuran dan jenisnya.

“Saya berharap kedepannya pengunjung bisa bebas masuk tidak seperti sekarang. Kondisi juga kembali normal seperti sebelum pandemi,” harapnya.(der)