Penjualan dari Kebun Tanaman Hias Anggota TNI Raih Pasar Mancanegara

Mayor Eko Gestiono menunjukan tanaman jias Philodendron miliknya. (Aan)

MALANGVOICE – Begitu memasuki rumah anggota TNI di Desa Oro-oro Ombo sekaligus Pembudidaya Tanaman Hias, Mayor Eko Gestiono, tim Malangvoice.com disambut dengan kebun yang rimbun. Ratusan pot tertata rapi dengan berbagai jenis tanaman seperti antorium dan philodendron menyegarkan mata.

Pamor tanaman hias yang meroket di kala pandemi ini membuat tanaman hias milik Eko tembus pasar Internasional dengan nilai fantastis. .

“Konsumen malah lebih banyak dari luar negeri. Kadang sampai kehabisan stok juga,” ujar Eko.

Setiap bulannya Eko bisa mengirim seratus hingga dua ratus tanaman hias ke mancanegara seperti Amerika, Belgia dan Polandia menjadi langganan baginya.

Kelangkaan tanaman hias endemik Tanah Air di luar negeri, menjadi faktor utama tingginya permintaan. Mereka rela membayar mahal demi tanaman impian bisa menghiasi rumah.

“Harganya berkisar dari Rp 10 juta sampai 30 juta per pohon. Meledaknya tanaman hias membuat harga itu masih tergolong rendah,” paparnya.

Tentu tidak mudah untuk dapat melakukan penjualan ekspor. Beberapa syarat harus dipenuhi sebelum mendapat izin resmi.

Menurutnya tanaman hias masih memiliki prospek yang lebih besar mengingat jumlah permintaan yang masih tinggi.

Kondisi pandemi menyebabkan masyarakat lebih sering beraktifitas di rumah juga menjadi alasan lain. Memiliki hiburan tanpa harus melakukan pariwisata menjadi solusi ditengah penat pekerjaan.

“Manfaatkan lahan kosong yang ada. Bila dijalani dengan sabar pasti akan ada hasilnya,” tutupnya.(end)

article bottom ad