MALANGVOICE– Para pengusaha memiliki peran krusial sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan Kota Batu. Sinergi antara eksekutif dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengakselerasi pembangunan dan mengatasi berbagai tantangan di kota wisata tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono.
Endro Wahyu menyatakan, potensi besar Kota Batu di sektor pariwisata, agrowisata, dan UMKM hanya bisa optimal jika ada kolaborasi nyata antara pemimpin daerah dan para pengusaha. Ia menekankan bahwa pelaku usaha adalah pihak yang setiap hari berhadapan langsung dengan dinamika lapangan.
“Pelaku usaha di Kota Batu adalah orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan dinamika pariwisata, sektor pertanian, perdagangan, perhotelan, hingga UMKM,” ujar Abah Endro, sapaan akrabnya.
Ia berpendapat, para pengusaha adalah pemikir bebas tanpa terkekang aturan birokrasi yang kaku dan rumit. Karena itu ide-idenya justru sering lebih segar, kreatif, dan realistis. Di sinilah, menurutnya, peran pengusaha sebagai “konsultan alami” pemerintah menjadi sangat penting. Saat ini Kota Batu masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti digitalisasi UMKM yang belum merata, pengembangan desa wisata yang belum optimal, serta ketergantungan yang tinggi pada wisata buatan.
“Mereka memahami tren wisata, perilaku konsumen, peluang pasar, dan kebutuhan lapangan jauh lebih detail daripada laporan formal birokrasi. Ide dari pengusaha bisa membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih tajam dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pernyataan Endro ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Batu yang terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan. Sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman juga telah mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan pariwisata, serta menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri .
Lebih lanjut, Endro Wahyu berharap agar pemimpin kota, baik saat ini maupun di masa mendatang, dapat hadir di tengah masyarakat dan menjembatani kreativitas para pengusaha dengan kebutuhan regulasi. Tujuannya agar gagasan inovatif dari lapangan bisa berubah menjadi kebijakan yang legal, terarah, dan berdampak nyata. Dengan solidnya kolaborasi antara pemimpin yang hadir, masyarakat yang terlibat, dan pengusaha yang berinovasi, Endro optimistis Kota Batu tidak hanya akan indah dikunjungi, tetapi juga maju untuk dijalani warganya.
“Tugas wali kota adalah menjembatani kreativitas pengusaha dengan kebutuhan regulasi pemerintah. Kolaborasi ini akan mempercepat kemajuan kota, pariwisata semakin kuat, UMKM naik kelas, desa wisata berkembang, dan ekonomi masyarakat bergerak,” imbuh pria yang dikenal giat dalam kegiatan sosial ini.(der)