Pengelola, Pelatih dan Kapten Arema Indonesia Mengundurkan Diri

Arema Indonesia saat bertanding di Stadion Gajayana. (ist)
Article top ad

MALANGVOICE – Hasil kurang baik diraih Arema Indonesia saat menjamu tim tamunya, Persiga Trenggalek, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (23/8) kemarin. Arema kalah 2-4 atas Persiga yang sekaligus memperkecil peluang Singo Edan lolos ke babak berikutnya.

Mundurnya pengelola tim Arema, Wibi Andreas, pelatih Totok Anjik dan kapten Arema Indonesia, M Rofik, menjadi salah satu faktor performa Arema kurang maksimal.

Ketiga orang tersebut mundur sebelum Arema menjalani dua laga krusial akhir di Liga 3 Grup E Zona Jawa Timur. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya.

Menanggapi hak tersebut, Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan, mengatakan, apabila ketiga orang itu mundur atas keputusan dan inisiatif pribadi.

“Pelatih (Totok Anjik) dan pemain adalah orang yang dipilih pengelola. Mereka mundur atas keputusan sendiri,” katanya.

Kendati demikian, Arema Indonesia tetap berkomitmen melanjutkan kompetisi sampai akhir. Singo Edan akan menjalani laga terakhir dengan Perseta Tulungagung di Stadion Gajayana, Minggu (27/8). Target menang di kandang pun dipatok.

“Tidak ada pilihan lain buat kami kecuali meneruskan langkah tim di sisa pertandingan,” ujarnya.

Arema bertengger di peringkat 3 dengan raihan 14 poin. Sementara, Perseta Tulungagung berada di peringkat 2 dengan 19 poin. Di peringkat pertama, Persiga Trenggalek.

Apabila Arema nantinya menang atas Perseta, maka Arema mengantongi 17 poin. Singo Edan juga menunggu kepastian dari Asprov PSSI Jatim terkait laga Arema Vs Persema 1953 yang dihentikan menit 80 oleh pengawas pertandingan. Padahal, normal pertandingan berlangsung 2×45 menit.

“Kami sudah laporkan ke Asprov PSSI Jatim, jika pertandingan Arema Vs Persema 1953 dihentikan sebelum waktu normal habis dan tidak sesuai aturan,” beber dia.

Manajemen berharap pasukan Arema Indonesia tetap menampilkan permainan terbaik kala menjamu Perseta Tulungagung. Jangan sampai, faktor non teknis mengganggu konsentrasi pemain dan pelatih.

“Ada pihak-pihak yang berupaya menjegal langkah Arema Indonesia. Kami selalu dirugikan selama ini,” pungkasnya. (Der/Yei)