Pengamat Politik UB: Calon Petahana Punya Banyak Keuntungan

Paslon SanDi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa bakal calon siap meramaikan Pilkada Kabupaten Malang pada 9 Desember mendatang.

Para bakal calon yang hampir pasti akan bertarung untuk meraih suara terbanyak, antara lain, HM Sanusi yang berpasangan dengan Didik Gatot Subroto dari partai PDIP sekaligus calon incumbent. Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman, Mantan Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono yang bakal diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Siadi yang akan diusung partai Golkar, dan bakal calon perseorangan (Independen), Hery Cahyono alias Sam HC yang berpasangan dengan Gunadi Handoko.

Pakar politik Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari mengatakan, calon petahana atau incumbent Sanusi-Didik (SanDi) jika dilihat dari elektabilitasnya berpotensi kuat di Pilkada tersebut, lantaran lebih banyak memiliki keuntungan dibanding calon lain.

“Berdasarkan data dari salah satu lembaga survey yang tidak disebarluaskan, dukungan terhadap petahana (SanDi) masih cukup kuat dibanding calon yang lain,” ucapnya, saat dihubungi awak media, Kamis (2/7).

Menurut Wawan, kekuatan petahana tersebut merupakan hal yang wajar, karena elektabilitas seorang calon ditentukan oleh dua faktor, yaitu popularitas dan tingkat keterpilihan.

“Secara popularitas, pasangan SanDi lebih unggul, karena menjabat sebagai Bupati Malang saat ini. Dengan begitu, masyarakat mengenal Pak Sanusi daripada calon yang lain,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Wawan, untuk tingkat keterpilihannya, HM Sanusi sering turun ke bawah (masyarakat, red) sebagai Bupati Malang.

“Tapi itu kan secara umum. Ya namanya politik kan fleksibel, dan bisa berubah-ubah seiring waktu. Tinggal kita lihat saja nanti,” pungkasnya.(der)