Pengamanan Idul Fitri di Kota Malang Dipertebal, Sutiaji Ingatkan Tetap Jaga Suasana Kondusif

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019. (istimewa)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota memperketat pengamanan personel pasca adanya bom bunuh diri di pos polisi Kertasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, kemarin.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, mengatakan, setiap personel yang ditugasi berjaga di pos pengamanan dan pos pelayanan bakal dipersenjatai lengkap.

BNN Kota Malang

“Di pos pam masing-masing ada personel bawa senjata dan rompi,” katanya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Alun Alun Kota Malang, Selasa (4/6).

Saat apel itu ada sekitar 800 personel gabungan yang siap mengamankan malam takbiran hingga puncaknya Hari Raya Idul Fitri 2019 pada Rabu (5/6) besok serta arus mudik lebaran.

“Semua sudah berjalan dan tetap fokus dalam pengamanan, 800 personel yang mengikuti Apel Gelar Pasukan ini akan tersebar dibeberapa titik,” lanjutnya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji yang memimpin apel tersebut mengatakan banyak terima kasih kepada seluruh petugas yang ikut menjaga kemanan di Kota Malang sehingga suasananya kondusif. Meski begitu, Sutiaji tetap mengingatkan agar tetap waspada terhadap segala sesuatu yang bisa merugikan.

“Kita semua harus tetap meningkatkan kewaspadaan kegiatan takbir nanti malam dan pelaksanaan salat Ied besok pagi, bersama jajaran Polres Malang Kota dan Kodim 0833/Kota Malang, untuk bersama-sama membuktikan pada dunia, bahwa Bhumi Arema yang kita cintai ini mampu menjaga suasana kondusif dan mampu menjadi embrio kedamaian,” ujar Sutiaji.(Der/Aka)