Pemkot Malang Geber Operasi Pasar dengan Protokol Ketat

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko didampingi Kepala Disperindagkop Wahyu Setianto meninjau Pasar Comboran Timur, Selasa (7/1). (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko didampingi Kepala Disperindagkop Wahyu Setianto meninjau Pasar Comboran Timur, Selasa (7/1). (Humas Pemkot Malang)
Article top ad

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang menggelar operasi pasar menjelang natal dan tahun baru (nataru). Operasi ini bertujuan untuk stabilisasi harga, khususnya bahan kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, operasi pasar akan dilakukan di lima titik, diantaranya Kelurahan Polowijen, Kelurahan Sukun, Kelurahan Gadingkasri, Kelurahan Arjowinangun, dan Kelurahan Merjosari. Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual pada operasi pasar, lebih rendah dari harga pasaran. Hal itu sebagai upaya stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok bagi warga Kota Malang.

“Ini untuk masyarakat, harga yang dijual di bawah harga pasar,” kata Wahyu.

Wahyu melanjutkan, beberapa bahan kebutuhan pokok yang dijual pada operasi pasar, dicontohkannya gula pasir Rp 12.000 per kilogram, tepung terigu Rp 8.000 per kilogram, minyak goreng Rp 12.500 per liter, kemudian beras kualitas premium Rp 52.000 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag Kota Malang, Eka Wilantari menambahkan, operasi pasar akan dilakukan merespon jika terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar.

“Ada sejumlah harga komoditi yang mengalami kenaikan harga, pada operasi pasar ini kami menjual di bawah harga pasar,” katanya.

Agar tidak menimbulkan kerumunan, lanjut dia, akan diterapkan pola atau sistem shift bagi masyarakat. Hal itu tentunya sesuai aturan pemerintah tentang protokol kesehatan, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, kami membuat tiga shift, mulai dari jam 09.00 sampai 12.00 agar tidak terjadi kerumunan massa,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, mewajibkan pengunjung untuk mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, kami bagikan masker gratis,” pungkasnya.(der)