Pemkot Gandeng BaBe, Jadikan The Future of Malang

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani/MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang berkolaborasi dengan BaBe -Baca Berita gelar Artificial Intelligence (AI) Academy. Program juga dinaungi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI ini pendaftarannya telah dibuka dan tanpa biaya alias gratis, Februari ini. Sedangkan pelatihnya bakal dimulai April mendatang.

Ditopang komitmen membangun Malang 4.0, maka Pemkot Malang bersama BaBe-Baca Berita, ingin menjadikan Malang sebagai The Future of Malang.

Ada enam garapan dalam konsep ini, yakni Malang City Herritage, Malang Creative, Malang Halal, Malang Service, Malang Nyaman, dan Malang 4.0. Berbicara Malang Creative, kota ini memang dikenal memiliki man power dan potensial dalam berbagai sub bidang ekonomi kreatif. Gudangnya game developers, animator, programming, cinema dan start up tumbuh subur.

BNN Kota Malang

Asisten Deputi Moneter & Neraca Pembayaran Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro & Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Edi Pambudi menjelaskan bahwa potensi yang dimiliki kota ini, antara lain aset pendidikan yang dimiliki, atmosfer akademik yang kuat, aset generasi muda kreatifnya, ekonomi kreatif yang tumbuh pesat serta komitmen Pimpinan Daerah (Walikota Malang) yang kuat.

“Itu yang menjadi alasan kenapa kota Malang dipilih, dan saya percaya dari Kota Malang, kemajuan teknologi bisa diharapkan untuk kemajuan bangsa, ” tegas Edi Pambudi.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menekankan kerja sama ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pelajar maupun generasi muda Kota Malang.
Mengapa nilai matematika menjadi syarat penting, karena basic dari AI antara lain algoritma khusus yang itu ditopang oleh kemampuan matematis.

“Terlebih peserta nantinya dibebaskan pembiayaan. Hanya diminta komitmen, serta disyaratkan aspek akademis nilai matematika minimal 90 serta hasil test IQ minimal 125,” sambung dia.

Sementara itu, Perwakilan BaBe Ratna Dewi menjelaskan, bahwa AI Academy adalah program pertama dari BaBe. Program ini terlaksana guna menciptakan generasi bangsa yang mampu memecahkan berbagai masalah sosial dengan bantuan kecerdasan buatan.

AI Academy terbuka untuk semua mahasiswa (Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Statistik dan Matematika), dan diberikan secara gratis kepada mahasiswa di Indonesia yang berhasil lulus tes. Melalui program ini, BaBe menantang para peserta untuk bisa mengaplikasikan AI dalam menyelesaikan berbagai masalah di dunia nyata melalui desain, pengembangan dan pembuatan produk atau teknologi yang menekankan kreativitas serta kolaborasi inovatif.

Kesungguhan dan jaminan mutu AI Academy yang akan berlokasi Telecenter Daragati Block Office Pemkot Malang, terpotret dari porto folio pengajar (instrukturnya) yakni :
1. Dr. rer. nat. Hendri Murfi, Hendri Murfi currently works at Data Science Group, the Department of Mathematics, Universitas Indonesia. Hendri does research in Machine Learning with applications in Topic Modeling, Sentiment Analysis, Recommender System and Insurance.
2. Sarini Abdullah, M.Stats, PhD, Bachelor in Science: University of Indonesia Master of Statistics: University of New South Wales, Australia PhD in Statistical Science: Queensland University of Technology, Australia
3. Taufik Edy Sutanto, MSc. Tech, PhD, Bachelor in Science: University of Indonesia Master of Science and Engineering: University of New South Wales, Australia ; PhD in Data Science: Queensland University of Technology, Australia
4. Le Manh Tien, Experienced Machine Learning / AI developer, responsibility on BaBe (Baca Berita) application machine learning over 2 years.
5. Luong Xuan Bach, Experienced Machine Learning / AI developer, responsibility on BaBe (Baca Berita) application machine learning.
6. Pham Duy Tung, Experienced Machine Learning / AI developer, responsibility on BaBe (Baca Berita) application machine learning. (Der/Ulm)