Pemkab Matangkan BUMDes Melalui Workshop

Workshop BUMDes (Toski)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menggelar Workshop Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kabupaten Malang di salah satu hotel di Kota Malang, Selasa (13/11) siang.

Plt Bupati Malang, H.M Sanusi menyampaikan, keberadaan BUMDes sangatlah penting, karena sesuai dengan tiga strategi utama Pemkab Malang dalam upaya mendongkrak akselerasi perekonomian yakni mengentas kemiskinan, optimalisasi pariwisata, dan pelestarian lingkungan hidup.

“Sebab, dengan adanya tiga strategi utama Pemkab Malang dalam upaya mendongkrak akselerasi perekonomian memiliki multi efek yang telah mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Malang,” ungkapnya.

BNN Kota Malang

Jika BUMDes dapat dikelola secara baik, lanjut Sanusi, maka dapat meningkatkan perekonomian Desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, serta membuka lapangan kerja.

“Cafe Sawah yang berbeda di Desa Pujon Kidul adalah salah satu contohnya, betapa banyak manfaat atas aset strategi pembangunan ini. Karena itu saya juga minta kepada pak Sekwilda mengarahkan APBD-nya diarahkan untuk keperluan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Sebelum menjadi Cafe Sawah, tambah Sanusi, dulunya adalah tanah bengkok desa yang mempunyai luas sekitar 8000 m2. Namun, lahan yang dulunya kurang produktif tersebut pada tahun 2016 disulap menjadi sebuah obyek wisata yang diberinama Cafe Sawah dan baru diresmikan pada tahun 2017.

“Alih fungsi lahan ini berdasarkan kesepakatan aparat desa dan masyarakat setempat. Cafe Sawah ini letaknya di tengah hamparan sawah dan dikelilingi Pegunungan Kelet, Pegunungan Dorowati, Pegunungan Lirang dan Gunung Kelud yang menyajikan keindahan alam luar biasa,” ujarnya.

Untuk itu, imbuh Sanusi, dirinya meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) untuk memperlebar akses jalan menuju Cafe Sawah, supaya kendaraan besar seperti bis bisa masuk.

“Sekarang ini, omset Cafe Sawah Pujon Kidul saat ini telah mencapai Rp 5 miliar. Jika akses jalan di lebarkan maka bis yang mengangkut wisatawan dalam jumlah banyak bisa masuk, otomatis omsetnya bisa naik,” pungkasnya.(Hmz/Aka)