Pemkab Malang Tunggu Vaksin Sinovac dan Jadwal Pelatihan Vaksinator

Bupati Malang H.M Sanusi. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini sedang menunggu kepastian pendistribusian vaksin Sinovac dan jadwal pelaksanaan pelatihan petugas vaksin Covid-19.

“Kita masih menunggu. Untuk tukang vaksin (vaksinator, red) itu belum dilatih. Jadi nunggu pelatihan. Untuk pelatihannya dilakukan tanggal 17-20 Januari secara vidcon. Kalau vaksinator 30 Januari selesai (pelatihan, red), ya awal Bulan Februari baru baksinasi,” ungkap Bupati Malang, H.M Sanusi, ketika ditemui awak media di Peringatan, Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (8/1).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo menyampaikan untuk melalui tahapan-tahapan persiapan vaksinasi, dirinya telah mempersiapkan fasilitas kesehatan yang akan digunakan untuk melakukan vaksinasi.

“Kita sampaikan, (faskes, red) sudah siap 52 titik. Terdiri dari 39 puskesmas, 12 Rumah Sakit dan satu kantor kesehatan pelabuhan seperti Abdul Rachman Saleh,” ucapnya.

Menurut Arbani, untuk persiapan proses vaksinasi sendiri dari Pemkab Malang akan melakukan simulasi-simulasi yang akan dilakukan para vaksinator. Untuk tahap awal proses vaksinasi, bakal diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di Kabupaten Malang ada sebanyak 5.270 tenaga kesehatan.

“Cara-cara vaksinasi seperti petunjuk yang ada. Ada 4 meja yakni registrasi, verifikasi data kesehatan yang bersangkutan, imunisasi dan observasi pasca imunisasi yaitu 30 menit setelah diimunisasi. Alokasi yang pertama 10.556 (vaksin,red) untuk nakes single dosis tapi diberikan dua kali. Saat ini (vaksin, red) belum datang,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Arbani, untuk vaksin Sinovac yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Malang yang rencananya juga akan diberikan kepada masyarakat Kabupaten Malang, masih belum diketahui vaksin Sinovac merek apa yang akan digunakan.

“Untuk Sinovac kita belum tahu itu pakai merek yang mana. Karena ada enam merek yang diapkai Pemerintah Indonesia. Untuk Kabupaten Malang kita belum tahu. Semua masih dalam tahap uji klinis,” terangnya.

Sementara, tambah Arbani, untuk tahap uji klinisnya sendiri, akan dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan yang telah berpengalaman dalam bidangnya di Pemerintah Pusat.

“Untuk masalah vaksin, uji klinisnya dilakukan oleh expertnya yaitu di UNPAD (Universitas Padjajaran, red) oleh pemerintah pusat yang melakukan,” tukasnya.(der)