Pemkab Malang Kekurangan APD bagi Tenaga Medis

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas.

“Kita ada anggarannya untuk APD, tapi barangnya (APD, red) yang gak ada. Kita sudah berusaha pesan dan gak ada. Ada dapat dari provinsi, itupun tidak terlalu lengkap. Sementara yang ada aja dipakai,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Jumat (27/3).

APD bantuan dari Provinsi Jawa Timur tersebut, lanjut Sanusi, telah didistribusikan ke Rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, yakni RSUD Kanjuruhan dan Rumah Sakit Wava Husada, serta Rumah Sakit Prima Husada.

BNN Kota Malang

“Kami dapat bantuan APD sebanyak 200 paket dan sudah kami distribusikan. 100 di RSUD Kanjuruhan, 20 RS Wava Husada, dan 80 di RS Prima Husada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, batuan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selanjutnya didistribusikan ke daerah yang zona merah penyebaran Covid-19.

“Bantuan APD tersebut sudah kami terima dan distribusikan. Tapi masih kurang banyak. Idealnya, untuk Kabupaten Malang butuh 1650-an APD. Kami usulkan jumlah APD sejumlah itu. Mudah-mudahan segera bisa direalisasikan,” ucapnya.

Sebab, lanjut Arbani, Kabupaten Malang memiliki 39 Puskesmas, untuk itu dirinya menyerukan pihak puskesmas untuk menyediakan sendiri item APD yang belum dimiliki.

“Saat ini kami masih koordinasi, saya imbau Puskesmas menyediakan sendiri pelengkap item APD yang belum dimiliki, seperti face seal, sepatu booth dan sarung tangan. Kalau untuk rumah sakit saya rasa sudah lengkap APD-nya. Cuma, stoknya terbatas,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Arbani, dirinya saat ini masih berupaya mencari APD produksi dalam negeri (Lokal) namun kualitasnya gak kalah dengan produksi dari luar negeri. Supaya tenaga medis di Kabupaten Malang bisa maksimal dalam melakukan kegiatan penanganan, dan pencegahan pendemi Covid-19

“Yang impor harganya bisa lebih dari satu juta. Ada produsen lokal yang memproduksi harganya Rp 400-500 ribu per set. Distributor lokal ada yang bisa membuat APD secara masal, segera dikirimkan secara bertahap. Senin mulai dikirimkan. Permulaan 200 set dulu, Insya Allah Senin pekan depan sudah bisa di bagi,” pungkasnya.(Der/Aka)