MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, mengajukan 2.000 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.
Banyaknya pengajuan itu lantaran Aparatur Sipil Negara (ASN) banyak yang memasuki purna tugas atau pensiun. Dari jumlah tersebut, nantinya akan difokuskan untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Saat ini sedang tahap verifikasi dan kami mengusulkan 2.000 CPNS saja. Kalau berbicara kebutuhan sebenarnya kami masih kekurangan dari sisi tenaga pendidikan dan kesehatan,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Malang, Nurman Ramdansyah, Rabu (24/3).
Menurut Nurman, di Kabupaten Malang dalam setiap tahunnya ada sekitar 900 orang ASN yang pensiun.
“Padahal, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) kami juga belum terpenuhi,” jelasnya
Padahal tahun 2020 lalu Kabupaten Malang telah merekrut sekitar 700 PNS dan 676 PPPK, namun jumlah tenaga yang pensiun mencapai sekitar 800 orang.
“Kami berharap, 2000 kuota yang kami ajukan bisa dipenuhi oleh pemerintah pusat untuk menjaga stabilisasi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,” ulasnya.
Kabupaten Malang setidaknya masih membutuhkan sekitar 4.000 tenaga pendidik, untuk itu dirinya lebih mengedepankan skala prioritas pada CPNS dan PPPK di tahun ini, karena adanya batasan yang hanya mencapai 2.000 orang.
“Kami telah ajukan, sampai saat ini kami masih belum tahu angka pastinya, masih menunggu, informasinya dari Kemenpan juga masih belum ada. Kita masih mengajukan ke pemerintah pusat, sampai sekarang dari Kemenpan juga masih belum turun (formasi.red), kemungkinan memang pertengahan tahun,” tukasnya.(der)