Pembangunan Pamsimas Jabung Diprotes Warga

Warga saat berkumpul di area pembangunan Pamsimas. (Istimewa).
Warga saat berkumpul di area pembangunan Pamsimas. (Istimewa).

MALANGVOICE – Warga Desa Pandansari Lor, Jabung, memprotes pelaksanaan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), Selasa (5/11).

Aksi protes warga tersebut dilakukan dengan memutus pipa yang dibangun oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkab Malang.

Salah satu warga Pandansari Lor, Tadjus Sarof mengatakan, aksi warga ini dikarenakan adanya kurangnya pasokan air dari program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri (PNPM) disambung dengan jaringan pipa baru program Pamsimas.

BNN Kota Malang

“Pemutusan dan penyambungan pipa jaringan PNPM ke pipa jaringan Pamsimas berdampak kepada sebagian warga yang tidak mendapat pasokan air bersih. Maka, kami warga Desa Pandansari Lor menuntut agar pipa jaringan dari progam PNPM dikembalikan seperti semula, dan jaringan pipa program Pamsimas supaya mencari sumber mata air sendiri,” ucapnya.

Selain pemutusan pipa jaringan PNPM tersebut, lanjut Tadjus, warga juga mengeluhkan adanya biaya pemasangan sambungan rumah (SR) terlalu tinggi dari program Pamsimas.

Proses pemotongan pipa Pamsimas tadi malam. (Istimewa).

“Biaya untuk warga yang ingin memasang SR melalui program Pamsimas dibebani tarif antara Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu. Jika tidak membayar, maka otomatis air tidak akan mengalir,” ulasnya.

Tingginya biaya pemasangan tersebut, ditambah Tadjus, membuat warga resah, dan menduga ada oknum-oknum yang bermain dalam program Pamsimas itu.

“Sebelum ada program Pamsimas, warga tidak pernah ada persoalan terkait kebutuhan air bersih. Karena kebutuhan air bersih telah mendapatkan distribusi dari PNPM, dan harga per meter kubiknya sangat murah, yakni sebesar Rp 500,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pandansari Lor, Dodik mengatakan, aksi yang dilakukan tersebut akibat adanya pemutusan jaringan pipa air bersih yang dibangun PNPM, lalu disambungkan ke jaringan pipa yang dibangun dengan program Pamsimas. Namun, permasalahan tersebut sudah ada solusi dan sudah ada kesepakatan. Artinya kesepakatan itu, jaringan pipa yang lama dikembalikan.

“Dengan persoalan ini, kami akan melakukan evaluasi ulang terkait pendistribusian air bersih pada masyarakat Pandansari Lor. Dan persoalan ini ada kesalahpahaman antar pengurus, sehingga sudah kita selesaikan,” pungkasnya. (Der/Ulm)