Pecha Kucha Night Malang: Mencipta Pasar, Menjawab Era

Pelaku Pecha Kucha di Malang. (istimewa)
Pelaku Pecha Kucha di Malang. (istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Sukses dengan gelaran pertama pada Januari 2017 silam, kali ini Pecha Kucha Night Malang kembali hadir di gelaran keduanya.

Mengangkat tema “Mencipta Pasar, Menjawab Era”, Pecha Kucha Night Malang ingin memberikan insight kepada warga Malang bahwa dunia bisnis terus bergulir.

Bicara bisnis tak hanya menyangkut produk berupa barang (goods), melainkan juga jasa. Selain itu, media promosi pun berkembang lewat berbagai cara agar terus bisa meraih pasar yang sesuai dengan era.

Pecha Kucha 20×20 adalah format presentasi sederhana yang mana seseorang bisa menunjukkan 20 foto atau 20 slide atau 20 karya, setiap 20 detik per slide. Presenter bisa menceritakan karya yang ditampilkan secara jelas.

Gelaran kedua di Malang, Pecha Kucha Night diadakan pada Rabu (24/5) malam nanti di Ngalup.co – Sudimoro. Sebanyak 8 presenter hadir untuk menyampaikan karya, ide, gagasan dan pengalaman menarik yang pernah dialaminya.

Kali ini, presenter tak hanya datang dari anak-anak kreatif Malang, melainkan juga dari Surabaya.
Ke-delapan presenter ini berkarir dan berkarya dari berbagai latar belakang bidang.

Diambil dari berbagai latar belakang bidang pekerjaan dan interest, Pecha Kucha Night berharap mampu menjadi ceruk yang mempertemukan, memunculkan pandangan dan menyatukan ide otak-otak kreatif warga Malang yang dikenal punya orang-orang muda yang penuh gairah dan semangat mencipta.

Pecha Kucha Night menjadi forum untuk menimba aneka pengalaman bahkan ide-ide gila yang tak tercetus sebelumnya.

“Semoga dengan diadakannya acara Pecha Kucha Night Malang ini, dapat menjadi keran yang membuka aliran ide dan perwujudan karya kreatif masyarakat Malang dari berbagai kalangan,” kata Pecha Kucha tim Malang, Akbar Umara.

Pecha Kucha sebelumnya sudah dilakukan di 900 kota di seluruh dunia dan sukses pertama kali di Tokyo pada 2003 silam.