Pastikan Stok Aman Selama Lebaran, Hiswana Migas Malang Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM dan LPG

MALANGVOICE – Ketua DPC Hiswana Migas Malang, Ahmad Bashori, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di tengah isu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurutnya, ketersediaan energi di wilayah Malang tetap aman karena sudah diantisipasi sejak awal oleh Hiswana Migas bersama Pertamina Patra Niaga serta seluruh jaringan distribusi.

IM3 Pastikan Jangkau 100 Persen Jaringan Stabil dan Kencang di Malang Raya

“Kita sudah siap. Dari Pertamina sudah mengamankan itu, dan kami berharap kepada masyarakat untuk tidak panic buying, tidak melakukan pembelian yang lebih dari kebutuhannya, baik itu BBM maupun LPG. Karena itu yang justru akan menyulitkan semua pihak,” kata Bashori, Selasa (16/3).

Ia menjelaskan, distribusi energi selama Ramadan hingga Lebaran telah dihitung berdasarkan pola kebutuhan masyarakat setiap tahun. Peningkatan konsumsi menjelang hari raya, menurutnya, merupakan hal yang rutin terjadi sehingga langkah antisipasi sudah disiapkan jauh hari.

Bashori menegaskan, kebutuhan energi masyarakat selama periode Lebaran sebenarnya sudah bisa diprediksi. Karena itu masyarakat diminta tetap membeli sesuai kebutuhan sehari-hari.

“Kebutuhan harian maupun kebutuhan persiapan Lebaran setiap tahun sudah diprediksi dan dihitung. Jadi kami harapkan masyarakat tidak melakukan pembelian yang tidak seperti biasanya,” ujarnya.

Berdasarkan data distribusi tahun-tahun sebelumnya, konsumsi LPG biasanya meningkat sekitar 15 persen dibanding kondisi normal.

“Biasanya kenaikan LPG sekitar 15 persen dari kebiasaan,” jelasnya.

Sementara untuk BBM, pola konsumsi menunjukkan adanya pergeseran jenis bahan bakar. Penggunaan solar cenderung menurun, sedangkan konsumsi Pertalite justru meningkat.

Penurunan penggunaan solar, kata Bashori, dipengaruhi pengaturan operasional angkutan barang non-sembako menjelang Lebaran.

“Turunnya solar karena angkutan distribusi di luar sembako memang sudah tidak boleh berjalan,” tuturnya.

Di sisi lain, operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Malang dipastikan tetap berjalan normal selama periode Lebaran.

“Kalau SPBU tidak ada yang libur. Tetap 24 jam dengan dua shift,” katanya.

Selain itu, distribusi LPG juga tetap dilayani melalui pangkalan dan agen resmi agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan energi rumah tangga dengan mudah.

“Untuk LPG ada pangkalan dan agen yang akan tetap melayani pembelian masyarakat,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait