Kota Malang Memilih Pemimpin

Paslon Menawan Tak Gentar, ‘Sam Wanedi Show’ Tetap Berjalan

Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Muhammad Choirul)
Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Tim pasangan calon nomor urut 1 Dr Ya’qud Ananda Gudban – H Ahmad Wanedi (Menawan) sempat walk out saat Rakor yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, kemarin (5/4). Meski begitu, Menawan memutuskan untuk mengikuti Debat Paslon pada 7 April, di Hotel Harris.

Keputusan itu diambil setelah tim dari gabungan partai politik dan relawan melakukan istighosah, doa bersama serta koordinasi. Hasilnya, memutuskan untuk ikut dalam Debat Paslon yang merupakan salah satu tahapan dalam pelaksanaan kampanye.

Dalam kesempatan itu hadir Calon Wakil Wali Kota Malang, H Ahmad Wanedi, Dewan Penasihat Tim Pemenangan Paslon Menawan, Geng Wahyudi, Tim Pemenangan Menawan, Edi Hidayatullah (Gus Esi), Juru Bicara Paslon Menawan, Dito Arief serta pimpinan dan fungsionaris partai politik pengusung dan pendukung.

Dalam kesempatan itu, Dewan Penasehat Tim Paslon Menawan, Moch Geng Wahyudi menyarankan agar tetap mengikuti debat paslon dengan tujuan masyarakat mengetahui visi dan misi Paslon Menawan. “Saya menyarankan agar Paslon Menawan ikut dalam debat Publik yang diselenggarakan oleh KPU,” kata Geng Wahyudi.

Saran dari Geng Wahyudi ini akhirnya disepakati oleh Ahmad Wanedi dan seluruh tim dan relawan yang hadir dalam pertemuan tersebut dan menjadi keputusan bersama.

Meski untuk debat perdana kali ini, Ahmad Wanedi akan tampil sendirian, menurut Geng Wahyudi hal tersebut adalah bagian dari upaya pasangan menawan menghormati proses pilkada yang ada. “Kita menghormati proses yang telah dibuat oleh KPUD Kota Malang,” ujarnya.

Kepada Wanedi, Geng Wahyudi mengingatkan untuk selalu menjaga mandat yang telah dipercayakan oleh tim, relawan maupun masyarakat. Hadirnya Wanedi juga merepresentasikan Calon Wali Kota, Dr Yaqud Ananda Gudban.

“Mereka itu Dwi tunggal, Mas Wanedi untuk Mbak Nanda, dan Mbak Nanda juga untuk mas Wanedi,” tuturnya.

“Pemimpin itu diuji bukan disaat situasi yang landai dia membuat keputusan yang tepat, tetapi ketika disituasi yang gawat tetapi dia bisa memutuskan kebijakan yang tetap itu baru namanya pemimpin yang sejati,” lanjutnya.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1 Ahmad Wanedi menegaskan, ia sangat siap untuk mengikuti debat pasangan calon pilkada Kota Malang yang akan berjalan pada 7 April mendatang.

“Saya selalu siap untuk ikut dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPU Kota Malang,” kata Wanedi.

Nanda – Wanedi lanjutnya merupakan pasangan yang ideal dan pasangan yang saling melengkapi. “Saya berjuang untuk mbak Nanda, mbak Nanda untuk saya, kita adalah Dwi Tunggal,” ucapnya.

Dua puluh lima program aksi menawan yang telah diluncurkan oleh pasangan menawan sebagai solusi bagi pembangunan kota Malang menurutnya akan dipaparkan dengan baik dalam debat tersebut.

“Saya selalu siap, program-program kita adalah solusi bagi masyarakat. Dan saya akan bertarung besok mewakili Mbak Nanda dan untuk kemenangan kita,” ujarnya.

Juru Bicara Paslon Menawan, Dito Arief, mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan tim parpol dan relawan maka Paslon Nomor Urut 1 memutuskan menghadiri debat calon.

Akan tetapi Paslon Menawan tetap berharap agar debat paslon dilakukan berdasarkan asas adil dan proporsionalitas dengan menantang Pasangan Calon Nomor Urut 3 yakni Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko (Sae) untuk membuat ‘gentlemen agreement’ agar debat publik pada 7 April mendatang dilakukan hanya calon wakil wali kota saja tanpa calon wali kota.

Alasannya, pada Rapat antara Tim Pasangan Calon dengan KPU Kota Malang, pada Kamis (5/4), sebenarnya terdapat peluang untuk melakukan kompromi. Hal itu dibuktikan dengan kesepahaman dan kesepakatan bersama antara Tim Pasangan Calon Menawan dan Tim Paslon Asyik (Anton – Syamsul Mahmud) yang sepakat debat dilakukan hanya untuk Wakil Wali Kota Malang.

“Namun sayangnya Tim Paslon Nomor Urut 3 tetap bersikukuh agar debat dihadiri Paslon lengkap. Artinya mereka tidak ingin debat calon wakil wali kota,” ujar Dito.

Ia menerangkan, sebenarnya jika ada kompromi bersama, hal itu bisa menjadi wujud untuk menjaga suasana kondusif, ideal, demi kepentingan kota Malang yang besar. “Contoh saja pada saat perubahan desain Alat Peraga Kampanye (APK). Waktu Paslon SAE meminta perubahan kami sepakat, meskipun ini merugikan tim kami dan bahkan tim dari Asyik, karena ada keterlambatan pemasangan APK,” bebernya.

Karena itu, Tim Paslon Menawan menantang Tim Paslon SAE agar bersikap gentle dan menerima debat publik hanya dilakukan oleh Calon Wakil Wali Kota saja dengan dasar pertemuan di KPU Kota Malang pada Kamis (5/3).

“Kita tunggu saja apakah Paslon Nomor tiga berani menerima tantangan ini. Namun jika mereka tetap bersikukuh dengan komposisi lengkap, Paslon Menawan yang diwakili oleh Sam Wanedi pun tidak mempermasalahkan dan sangat siap dengan debat Paslon,” ujar Dito Arief. (Coi/Ery)