Pariwisata di Kota Batu Anjlok, Sumbangsih PAD Menurun Drastis

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Aan)
Article top ad

MALANGVOICE – Kunjungan wisatawan Kota Batu pada tahun 2020 merosot tak terkira. Faktor utamanya adalah pandemi covid 19 serta pembatasan demi pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Sehingga mobilisasi masyarakat semakin terbatas ditambah lagi ketakutan masyarakat terhadap virus covid-19 membuat mengurungkan diri untuk ke tempat wisata.

“Tingkat kunjungan wisatawan tahun 2020 turun hingga 70 persen. Angka kedatangan wisatawan di Kota Batu di tahun 2020 hanya 2,5 juta kunjungan,” jelas Walikota Batu Dewanti Rumpoko berdasarkan data yang ia terima.

Berbeda pada tahun 2019 lalu di mana Pemkot Batu menargetkan kunjungan wisata sebesar 6,5 juta orang. Namun target itu berhasil dilampaui hingga 7,2 juta wisatawan.

Bercermin dengan capaian itu, Pemkot Batu menargetkan kunjungan wisatawan pada tahun 2020 sebesar 7,2 juta kunjungan. Namun mimpi itu runtuh terkubur virus covid-19 yang mengharuskan Disparta Kota Batu menyesuaikan target menjadi 2 juta kunjungan.

Namun pada tahun ini Dewanti optimis bahwa industri pariwisata bisa bangkit kembali. Keoptimisan ini datang karena alokasi vaksin sudah didistribusikan.

“Apalagi ketika adanya vaksin ini. Akan membuat lebih aman dari paparan Covid-19. Sehingga bisa pulih sediakala,” imbuhnya.

Merosotnya angka kunjungan wisata, berimplikasi pada pendapatan daerah dari sektor pariwisata. PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp 38,7 miliar atau hampir 40 persen.

Totalnya realisasi PAD di tahun 2020 mencapai Rp 123,6 miliar. Atau terealisasi 113,91 persen dari dari target perubahan PAD Kota sejumlah Rp 110,9 miliar.

Sedangkan pada 2019 lalu, kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD mencapai 60 persen. Dari total PAD yang dihimpun sebesar Rp 200 miliar.(der)