Pangdam V/Brawijaya Berangkatkan Ratusan Prajurit Zipur ke Lombok

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi, saat memeriksa kesiapan prajurit untuk diberangkatkan ke Lombok. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Sebanyak 100 prajurit dari Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen secara simbolis diberangkatkan ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pemberangkatan dipimpin langsung Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetja Boedi, Kamis (21/2).

Mereka direncanakan akan diberangkatkan pada Jumat (22/2) melalui Bandara Abdurahman Saleh dengan pesawat Hercules. 100 prajurit ini, akan mengemban tugas melakukan perbaikan sekitar 900 rumah warga.

Dalam kesempatan ini, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe Prasetja Boedi menyampaikan pemberangkatan ini adalah murni tugas kemanusian yang harus diemban setiap prajurit. Mereka bakal melakukan misi percepatan pembangunan daerah terdampak bencana gempa bumi Lombok yang terjadi beberapa lalu. Di antaranya perbaikan rumah penduduk hingga infrastruktur yang rusak.

“Tugas kemanusiaan menjadi sebuah kehormatan bagi prajurit. Berbuatlah yang terbaik, dan selamat hingga kembali ke kesatuan,” ungkapnya.

Wisnoe menjelaskan, para prajurit yang tergabung dalam satgas percepatan pembangunan ini diharapkan menjalankan tugas dengan komitmen dan dedikasi tinggi. Sebagai prajurit yang terpilih tugas operasi kemanusiaan ini, harus berbangga hati. Karena tugas ini adalah kehormatan dan kepercayaan yang diberikan bangsa dan negara, dalam melakukan reboisasi dan rekonstruksi sarana masyarakat yang menjadi korban gempa.

“Saya tekankan, tugas itu kepercayaan dan harga diri. Kalau kamu tidak mampu, maka berarti tidak punya harga diri dan kehormatan. Kalian (prajurit) tugas di NTB selama dua bulan. Kami minta berikan yang terbaik untuk membantu masyarakat. Jadikan kehormatan dan pengabdian tugas ini, sebagai wujud kemanunggalan TNI,” jelasnya.

Dalam mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin, tambah Wisnoe, prajurit jangan sampai lemah, jangan membedakan suku, golongan, ras maupun agama.

“Setelah dari Lombok, para prajurit akan lanjut ke Kalimantan untuk misi yang sama. Ini bisa saja mereka lebih dari dua bulan di Lombok. Maka dari itu saya tekankan mereka (prajurit) harus selalu kuat,” tandasnya. (Der/Ulm)