Nopriadi, Dosen Teknik Nuklir yang Sukses Jadi Penulis Buku Pengembangan Diri

Nopriadi dan bukunya (anja)
Nopriadi dan bukunya (anja)
Article top ad

MALANGVOICE – Kegemarannya membaca buku sejak semester satu saat berkuliah menarik minat pria ini menjadi penulis buku pengembangan diri yang sukses.

Ialah Nopriadi PHd, seorang pria kelahiran 1973, dan saat ini berprofesi sebagai dosen teknik Nuklir dan Fisika di Universitas Gajah Mada ini menerbitkan buku pertamanya tahun 2013. Buku pertamanya dijual terbatas hanya via online, dengan judul “The Model”.

“Saya menulis buku genre pengembangan diri spiritual ideologis untuk meraih sukses peradaban,” katanya saat ditemui MVoice.

Menurutnya, buku karyanya mampu menjawab kelemahan dan kekurangan buku pengembangan diri yang ada saat ini.

“Buku pengembangan diri baik lokal maupun internasional mampu mencetak orang yang sukses pribadi. Padahal yang namanya jaman ini butuh orang-orang yang sukses dan kontributif untuk sosial, politik, ekonomi dan peradaban. Jadi bukan soal mencetak orang yang peduli sama dirinya sendiri, itu namanya egois,” katanya.

Dalam bukunya, dia menjelaskan ada tiga bagian utama. Yang pertama adalah bagaimana menjalan konsep ‘tuning’ atau mengubah diri seseorang yang dikemas ringan dan mudah dimengerti.

“Sebenarnya banyak konsep dan teorinya. Namun ini saya sederhanakan jadi satu, yaitu ‘tuning’ ini,” katanya lagi.

Bagian kedua lebih menjabarkan soal siapa yang harus dijadikan role model atau panutan hidup. Dalam bukunya, Nopriadi memilih Muhammad sebagai sosok panutan dan tokoh pengembangan diri.

“Role model dalam buku ini adalah sosok yang sempurna dan kalau kita lihat secara rasional, Muhammad yang memang ternyata seorang nabi ini mampu mencetak tokoh-tokoh dan orang-orang pengembangan diri yang hebat pula kan,” paparnya optimis.

Barulah bagian ketiga adalah soal the model atau mau menjadi apa. Dia menambahkan, buku utamanya diturunkan menjadi buku pengembangan diri untuk parenting, leadership dan bisnis. Jadi semua orang bisa dan akan mudah memahami konsep pengembangan diri yang dia kemas sedemikian rupa itu.

“Ini adalah ilmu Islam yang dikemas dalam konsep pengembangan diri. Saya melihat nilai Islam dan pengembangan diri bisa digabungkan,” tutupnya.