Kota Malang Memilih Pemimpin

Ngipok di Pasar Rakyat Bareng, Wanedi Disambati Banjir

Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi, menjalankan agenda kampanye Senin (19/2). (Muhammad Choirul)
Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi, menjalankan agenda kampanye Senin (19/2). (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Calon Wakil Walikota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi, menyambangi Pasar Rakyat Bareng, Senin (19/2). Dalam kesempatan itu, Wanedi, sempat menikmati kopi atau yang dalam istilah Malangan disebut Ngipok, bersama para pedagang.

Wanedi menanyakan permasalahan yang kerap kali terjadi melanda para pedagang. “Ini sebenarnya cara untuk dekat dengan warga, ya harus seperti ini,” katanya sembari menyeduh kopi hitam bikinan pedagang.

Baginya menikmati secangkir kopi di pagi hari mampu memberi dampak positif bagi kesehatan dan memperlancar konsentrasi otak saat bekerja. Dia pun mengisahkan pengalamannya saat masih belia, yang terlahir dari keluarga sederhana.

“Kopi di pagi hari itu menyehatkan, minimal 30 menit setiap pagi pasti harus ngopi. Saya ini lahir dari rakyat kecil, harus tau apa masalah mereka,” pungkasnya.

Perbincangan ini disambut para pedagang dengan menyalurkan keluh kesannya. Ade Setiawan misalnya mengeluhkan masalah banjir yang kerap melanda pasar bila hujan tiba.

“Pak, kalau hujan di sini sering banjir. Airnya masuk sampai ke dalam. Jadi becek semua,” ujarnya

Keluhan tak hanya datang dari Ade, tetapi juga banyak pedagang lain. Mereka sambat, bahwa jualan di Pasar Bareng selalu sepi diakibatkan banyak pedagang ilegal yang berjualan di depan Pasar. “Di sini (dalam) sepi pak, banyak pedagang liar di luar,” ucap pedagang yang akrab disapa Bu Imron.

Menanggapi keluhan warga Wanedi menyampaikan akan segera memperbaiki sarana dan prasarana yang ada sekaligus menata kembali pedagang-pedagang liar yang kerap merugikan mereka.

“Saluran air akan jadi prioritas kita. Berikut akan kita tata kembali pedagang yang ada diluar sehingga tidak ada pihak yang nantinya dirugikan,” jelasnya.

Menurutnya saluran air perlu diperbaiki karena dapat berakibat bagi kesehatan masyarakat, baik pedagang pasar maupun pembeli yang akan datang membeli. “Ini bisa jadi wabah penyakit. Sarana dan prasarana ini yang akan kita bangun untuk mereka,” pungkasnya. (Coi/Ery)