Ngeri, Kisah Aremania Asal Blitar Jadi Korban Kericuhan di Stadion Kanjuruhan

Yunico saat dikunjungi manajemen dan pemain Arema FC. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kericuhan suporter saat Arema FC menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu masih menyisakan banyak cerita. Salah satunya dialami korban, Yunico Alfon Dwi (16).

Ya, bocah kelas 3 MTs di Blitar ini harus dirawat intensif di RS Saiful Anwar Kota Malang. Ia masih tergolek lemas di atas ranjang sambil menerima aliran infus di tangan kirinya.

Ayah Yunico, M Irfanto (46) mengaku anaknya mengalami luka di kepala, leher dan memar di perut sebelah kiri. Hal itu didapat karena terjatuh saat keluar dari tribun selatan belakang gawang.

Saat itu pada Minggu (15/4) malam, pertandingan lanjutan Liga 1 2018 memang memanas. Gengsi dua tim biru timur dan barat dipertaruhkan. Bagi biru timur Arema, menang adalah hal wajib karena menjadi tuan rumah.

Namun, situasi berkata lain. Pada menit 90+2 saat skor 2-2, ada bentrok suporter dengan steward di tribun bawah papan skor. Hal itu memancing emosi suporter lain sehingga kerumunan massa semakin tak terkendali masuk ke dalam lapangan.

Aparat keamanan yang berjaga melaksanakan tugasnya dengan mengurai massa. Bahkan sampai ada tembakan gas air mata. Hal itu semakin membuat penonton panik dan berupaya menyelamatkan diri.

Situasi yang semakin tak terkendali membuat suporter berhamburan dan menyebabkan pagar di tribun ambruk.

“Dia sempat turun, tapi pisah sama teman-temannya. Terus dia tertimpa pagar itu dan terinjak,” kata Irfanto saat ditemui di RSSA.

Setelah dievakuasi, Yunico yang pingsan dibawa ke RSUD Kanjuruhan. Keluarga diberi kabar dan segera meluncur ke Malang dari daerah asalnya Dawuhan, Kademangan, Kabupaten Blitar.

“Set 12 malam kami langsung ke Malang. Yunico akhirnya dibawa ke RSSA. Itu kondisi masih pingsan,” lanjutnya.

Sebagai bapak, tentu ia menyayangkan peristiwa itu. Padahal anaknya memang gemar menonton Arema saat bertanding. Bahkan kadang sampai tidak pernah berpamitan.

Namun pihak keluarga masih merasa beruntung karena Yunico sudah mulai sembuh. “Semoga ya jangan terulang lagi lah,” harapnya.

Diberi Hadiah Kaus Kaki

Sementara itu, Yunico mengaku tidak kapok menonton tim kesayangannya Arema FC kala bertanding. Apalagi ia mendapat perhatian dari pemain Arema, terutama idolanya Arthur Cunha yang sempat menjenguk langsung di rumah sakit pagi tadi.

“Saya tadi dikasih kaus kaki dari pemain. Itu buat saya semangat untuk sembuh karena senang,” tutupnya.

Hingga saat ini dari data Arema FC masih ada delapan pasien korban kericuhan termasuk Yunico yang dirawat di rumah sakit. Manajemen Arema FC menanggung penuh pembiayaan hingga sembuh. Hal itu dilakukan sebagai bentuk respect dan tanggung jawab. (Der/Ery)