Ngabuburit Kebangsaan, 1.000 Warga Lintas Iman Serukan Kebhinnekaan

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menari bersama pemuda-pemudi suku Papua di Balai Kota Among Tani, Jumat (1/6). (Aziz Ramadani/MVoice)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menari bersama pemuda-pemudi suku Papua di Balai Kota Among Tani, Jumat (1/6). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Momen peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Batu terus digelorakan. Sekitar 1000 orang menggaungkan semangat kebhinnekaan di Balai Kota Among Tani, Jumat (1/6) sore.

Bertajuk ‘ngabuburit kebangsaan’, massa terdiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat dan partai politik kampanyekan persatuan dan kesatuan.

“Pesan kami bersamaan hari lahir Pancasila agar bersama peduli keberagaman,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso kepada MVoice.

BNN Kota Malang

Dengan semangat yang sama ini, lanjut Punjul, tumbuh rasa kebersamaan yang tinggi di Kota Batu. Dengan semangat itu pula, menurutnya, maka kota berjuluk Swiss Kecil tidak mudah terpecah belah oleh isu apapun.

“Maka siapapun yang membuat kegaduhan di Kota Batu berpikir dua kali. Karena semua elemen guyub rukun demi keutuhan NKRI,” tutup politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara, Suliyanah Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas Kota Batu menambahkan, total ada 35 ormas se-Kota Batu, 15 parpol, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang terlibat dalam momen ini. Kegiatan lalu diakhiri dengan bagi -bagi 5.000 takjil.

“Kami bagi takjil kepada pengendara di tiga titik, yakni balai kota, Alun-Alun Kota Batu dan jalan Sultan Agung. Kegiatan ini selain meningkatkan wawasan kebangsaan, juga mempersatukan berbagai agama di Kota Batu,” tutupnya.(Der/Aka)