Kota Malang Memilih Pemimpin

Nanda: Noto Malang Perlu Perhatikan Saran dan Kritik Media

Ya'qud Ananda Gudban bersama jajaran manajemen dan redaksi Malangvoice.com. (Muhammad Choirul)
Ya'qud Ananda Gudban bersama jajaran manajemen dan redaksi Malangvoice.com. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Diskusi hangat mewarnai kunjungan Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Dr Ya’qud Ananda Gudban, Kamis (22/2), di kantor redaksi Malangvoice.com, MVoice Building di Jalan Danau Kerinci VII Blok E1 D17, Sawojajar.

Ditemani juru bicara pasangan Menawan, Dito Arief, perempuan yang akrab disapa Nanda itu disambut jajaran manajemen dan awak redaksi Malangvoice.com. Hadir di antaranya Manajer Kreatif Rudi Satrio Lelono, Marketing Nanang Hendy Cahyono, Pemimpin Redaksi Deny Rahmawan, serta beberapa wartawan dan staf.

Nanda menyampaikan, peran serta media massa untuk menata Kota Malang amatlah penting. Sesuai slogan ‘Ayo Noto Malang’, Nanda merasa perlu mengajak media turut berkontribusi mengawal Kota Malang ke depan.

“Saran, masukan, bahkan kritik membangun dari apa yang saya baca di Malangvoice.com ini sangat baik. Kalau salah katakan salah, sehingga bisa jadi bahan perbaikan,” urai peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya tersebut.

Nanda menegaskan, dirinya bukanlah superwoman yang mampu mengurus segala hal seorang diri. Terkait kebudayaan misalnya, pihaknya telah berdiskusi dengan banyak ahli untuk terus melestarikan situs – situs budaya di Kota Malang.

Belum adanya art center di Kota Malang juga menjadi perhatian Nanda. “Terkait pengelolaan museum oleh Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) selama ini juga begitu – begitu saja, padahal setiap tahun anggaran sangat besar,” sesalnya.

Manajer Kreatif Malangvoice.com, Rudi Satrio Lelono, menambahkan, visi kebudayaan menjadi hal penting yang harus diusung setiap pemimpin. “Setiap kepala daerah seharusnya mampu memberi sumbangan peradaban ketika dia memimpin,” tandasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Malangvoice.com, Deny Rahmawan, menegaskan peran media massa di tahun politik seperti saat ini. Dikatakan, sebagai media profesional, Malangvoice.com bersikap independen dalam pelaksanaan Pilwali 2018.

“Kami tetap menjunjung tinggi kode etika dan tidak memihak kepada salah satu Paslon. Namun hubungan baik dengan semuanya tetap harus dibangun,” pungkasnya. (Coi/Ery)