Museum Pendjara Lowokwaroe Siap Dikelola Serius Jadi Paket Wisata

Kunjungan forum komunikasi museum ke Lapas Lowokwaru. (deny rahmawan)
Article top ad

MALANGVOICE – Keberadaan Museum Pendjara Lowokwaroe mendapat banyak perhatian dari semua kalangan, termasuk Forum Komunikasi Museum Korwil Malang.

Museum yang berada di dalam Lapas Kelas I Lowokwaru ini kemudian mendapat kunjungan dari forum tersebut dan juga dihadiri Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jatim, Dwi Cahyono.

Dalam kesempatan itu, Dwi Cahyono mengungkapkan apresiasinya kepada Kalapas Lowokwaru, Anak Agung Gde Krisna, yang mampu menyulap lapas menjadi tempat berkumpulnya barang bersejarah.

Melihat koleksi dan bangunan di Museum Pendjara Lowokwaroe ini, Dwi Cahyono menyatakan tempat itu mampu masuk golongan satu.

“Museum ada klasifikasi. Kategori itu tentang koleksinya, kedua tentang gedungnya. Saya pikir untuk diajukan klasifikasi sudah nomor satu. Ini sudah mewakili satu bangunan bersejarah dan punya nilai lebih selain pembinaan,” katanya, Jumat (23/10).

Lebih dari itu, Dwi Cahyono, berniat membantu membuat storyline benda bersejarah koleksi lapas. Nantinya bisa dijadikan landasan pendataan darimana asal usulnya.

“Storyline menghubungkan menjadi satu titik menjadikan nilai yang besar untuk pendidikan atau penelitian. Memang tahapan menjadi benar-benar museum ini sangat panjang, tapi ini adalah modal dasar luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Lowokwaru, Anak Agung Gde Krisna, menyatakan, memang sengaja mengundang anggota forum museum di Malang ini. Tujuannya untuk silaturahmi sekaligus mecari saran yang baik mengelola museum.

“Bagaimana tata kelola seusai standar museum ini banyak menjadi masukan, tapi tujuan akhir kami adanya paket wisata museum ke lapas,” jelasnya.

Paket wisata yang dimaksud Anak Agung, adalah mengunjungi lapas terbuka Ngajum dan Museum Pendjara Lowokwaroe. Nantinya masyarakat umum dipersilakan berkunjung ke dua lokasi itu dengan mekanisme seperti wisata.

“Aplikasi sudah kami rancang. Nanti kami juga cari masukan berapa tarifnya. Karena ini kan bisa masuk PNBP,” tandas Anak Agung.(der)