MALANGVOICE– Di tengah dinamika politik yang kian dinamis, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu menegaskan identitasnya sebagai green party. Semangat tersebut menjadi lanskap perjuangan untuk turut terlibat dalam menjawab isu lingkungan.
Hal tersebut ditegaskan Ketua DPC PKB Kota Batu, Nurochman saat Muscab PKB jajaran pengurus DPP, DPW PKB Jawa Timur, kader partai, hingga pimpinan partai politik lintas bendera di Kota Batu.
Nurochman menegaskan, keterlibatan dalam isu lingkungan merupakan arahan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar. Menginstruksikan kepada seluruh kader agar tidak hanya aktif dalam politik elektoral, tetapi juga dalam gerakan menjaga lingkungan.
Menurutnya, isu lingkungan, termasuk persoalan sampah dan dampak cuaca ekstrem, harus menjadi perhatian serius seluruh kader. Ia mendorong kader PKB di Kota Batu untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus membantu menyelesaikan persoalan sampah yang menjadi tantangan kota wisata tersebut.
“Sebagai Green Party, kita harus hadir dengan aksi nyata. Mencintai lingkungan adalah bagian dari komitmen politik yang harus kita jalankan bersama,” tegasnya.
Muscab PKB Kota Batu sekaligus menjadi momentum konsolidasi untuk penegasan arah politik partai ke depan. Menurutnya kekuatan PKB selama ini tidak lepas dari semangat konsistensi para kader yang bekerja dengan tulus dan penuh loyalitas. Serta menjaga soliditas organisasi untuk membesarkan PKB di Kota Batu.
“Terima kasih kepada seluruh kader yang tetap istiqomah, bekerja tulus ikhlas menjaga marwah dan citra PKB di Kota Batu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Nur juga menyoroti iklim politik di Kota Batu yang dinilai semakin dewasa. Ia menyebut hubungan antar partai politik di daerah tersebut berjalan harmonis sehingga menciptakan suasana demokrasi yang kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan para pimpinan partai politik di Kota Batu sudah memiliki pengalaman dan kedewasaan dalam mengelola dinamika politik.
“Ini menunjukkan bahwa kita, para pengurus partai politik di Kota Batu, sudah cukup berpengalaman dan dewasa dalam memimpin partai masing-masing,” katanya.
Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi, yang hadir membacakan sambutan Ketua DPW PKB Jatim menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tersebut menjadi titik awal bagi PKB untuk beradaptasi dengan dinamika politik yang semakin cepat berubah.
“PKB tidak boleh sekadar hadir di kertas suara. PKB harus menjadi jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan hingga keterbelakangan,” tegasnya.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan dalam forum itu adalah pentingnya merangkul generasi muda. Subaidi mengingatkan bahwa komposisi pemilih pada Pemilu 2029 mendatang akan didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus hingga tingkat ranting mulai menyesuaikan strategi komunikasi dan pendekatan politik agar lebih dekat dengan kalangan anak muda.
Di sisi lain, Subaidi juga menekankan pentingnya soliditas kader sebagai kunci kemenangan partai di masa depan. “Tidak ada kemenangan yang jatuh dari langit tanpa cucuran keringat. Dibutuhkan kerja keras, soliditas dan kaderisasi yang kuat sebagai mesin penggerak partai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan PKB ke depan harus semakin tangguh, inovatif dan adaptif terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. “Kepemimpinan PKB tidak boleh cengeng. Kita harus proaktif mencari solusi atas kebuntuan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya warga NU dan seluruh warga bangsa pada umumnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kota Batu, Asep Ghozi Sulaiman menjelaskan, bahwa Muscab kali ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum transformasi organisasi. PKB harus terus berbenah agar tetap menjadi kekuatan politik yang dominan sekaligus transformatif di Kota Batu.
Dari hasil rapat pleno dalam Muscab tersebut, muncul empat nama kader yang diusulkan untuk menjadi Ketua DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031. Keempat nama tersebut adalah Nurochman, M. Didik Subianto, Dewi Kartika dan M. Hasan Abdillah.
Namun demikian, Asep menegaskan bahwa keempat nama tersebut belum otomatis ditetapkan sebagai ketua. Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diajukan ke DPP PKB untuk mengikuti proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
“Nama-nama ini nantinya akan dibawa ke DPP untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031 sepenuhnya merupakan kewenangan DPP,” jelasnya.
Mewakili Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Anggia Ermarini menyampaikan instruksi tegas agar pengisian struktur pengurus baru tidak hanya berdasarkan formalitas. DPP menekankan agar setiap kader yang masuk dalam jajaran pengurus merupakan sosok yang aktif bergerak di lapangan.
Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama PKB berada pada struktur terbawah, yakni Ranting dan PAC. Oleh karena itu, struktur organisasi harus berfungsi sebagai instrumen pelayanan, bukan sekadar pajangan nama di kantor partai.
“Rakyat tidak membutuhkan penjelasan panjang mengenai krisis global atau gejolak harga energi. Rakyat membutuhkan kehadiran nyata. Kader PKB harus hadir menyelesaikan persoalan warga secara langsung, mulai dari masalah kesehatan hingga bantuan sosial,” tegas Anggia.(der)