Kecelakaan KA di Kepanjen

Miris, Ternyata Ini Tujuan Keluarga Sujianto Sebelum Tertabrak KA

Kondisi mobil yang ringsek kerena tertabrak kereta api (Tika)
Kondisi mobil yang ringsek kerena tertabrak kereta api (Tika)

MALANGVOICE – Naas menimpa keluarga anggota TNI AL Lantamal V, Koptu Sujianto (39). Istri dan anaknya tertabrak kereta api dengan nomor lokomotif CC 2018353 dari arah Surabaya menuju Blitar, Minggu (19/2) siang, di kawasan pasar hewan Ardirejo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Naas, istri, Anik Setyoningsih (37) dan anak bungsunya, Moch Iqbal Ridho Syahputra (8), meninggal seketika usai tertabrak kereta yang dimasinisi oleh Hadi Susanto.

Sementara Sujianto saat ini kondisinya kritis karena mengalami luka parah di kepala. Warga Jalan Ronggolawe RT 25 RW 3 Kecamatan Sumberucung, Kabupaten Malang ini dirawat di RSUD Kanjuruhan (bukan di RS Wava Husada).

Berdasarkan keterangan Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kepanjen, Syamsul Arifin, saat itu korban beserta anak dan istrinya hendak menuju Gondanglegi.

“Mereka bertiga akan mengantarkan bekal bagi anak sulungnya yang mondok di Pondok Pesantren Al Rifa’i, Vellin Sabila Jihan Lanuci (15),” kata Syamsul yang pergi ke kediaman Sujianto untuk mengabarkan musibah ini.

Saat ini, keluarga korban, Sutrisno dan Andri sudah berada di kamar mayat RSSA Malang.

“Kalau keluarga yang lainnya, terutama ibu dan ayah korban berkali-kali tidak sadarkan diri saat saya memberi kabar tadi,” tandas dia saat ditemui di kamar mayat RSSA Malang.

Sementara itu, Kapolsek Kepanjen, Kompol Mas Akhmad Sujalmo, menjelaskan saat itu mobil mengarah dari barat menuju timur. Sedangkan kereta api dari arah Surabaya menuju Blitar.

“Mobil saat ini berada di Polsek Kepanjen dan kejadian ini ditangani unit Laka Lantas Kepanjen,” tandas dia.