Milenial Utas Jadi Forum Kritis Pengembangan Ekonomi Kretif

Suasana dialog Milenial utas. (Istimewa).
Article top ad

MALANGVOICE – Milenial Utas melaunching kegiatan yang bertajuk ‘Satu Desa, Satu Pemuda Kreatif’ untuk mewadahi pemuda kreatif khususnya pemuda Kabupaten Malang.

Kegiatan yang diikuti oleh para pemuda kreatif dari seluruh desa di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan motivasi dari tokoh nasional dan regional, Milenial Utas, seperti Ketua Kadin Kabupaten Malang Priyo ‘Bogank’ Sudibyo, Dalang Wolak-Waliik Ki Jumali, dan musisi pop Yudi Prata, serta ketua umum Milenial Utas Zulham Ahkmad Mubarrok, untuk sharing dan dialog dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang.

“Karakteristik pemuda milenial itu kreatif. Kita hari ini hadir merupakan representasi dari pemuda kreatif Kabupaten Malang, yang siap merubah Kabupaten Malang, jadilah pemuda yang bisa memberi bukan meminta,” ucapnya.

Sementata itu, Ketua Kadin Kabupaten Malang Priyo ‘Bogank’ Sudibyo mengimbau kepada anak-anak muda harus bisa mandiri dan menjadi pengusaha, bukan pekerja.

“Menjadi pekerja itu berkreasi tapi atas perintah orang, bukan kemauan diri sendiri,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan musisi pop Yudi Prata. Ia berharap anak-anak muda Kabupaten Malang tidak berada di jalur mainstream. Dimana, ketika berkarya, jangan sesekali menabrak aturan. Seperti single barunya yang berjudul Sak Celupan.

“Saya menciptakan dan menyanyikan lagu Jawa, tapi bukan genre ambyar. Apa pun, asal sesuai dengan pribadi kita,” tungkasnya.

Di sisi lain, Ki Jumali, pelaku seni yang juga selaku dalang Wolak-Waliik, Ki Jumali juga juga wanti-wanti agar pemuda menjadi diri sendiri, sesuai porsinya.

“Jangan mengkritik presiden kalau kita tidak punya ilmunya,” tandasnya.(der)