Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Meski Alot, Anton Berpeluang Bersanding dengan Ashanty

Ashanty Siddik Hasnoputro (kiri) berpeluang disandingkan dengan Moch Anton (kanan) dalam Pilwali 2018. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Peta politik jelang Pilwali Kota Malang 2018 mendatang kian menarik. Peluang bersandingnya petahana, Moch Anton, dengan Ashanty Siddik Hasnoputro, mulai terbuka.

Ini menyusul pertemuan antara pengurus DPC PKB Kota Malang dengan DPD PAN Kota Malang, Rabu (6/9) malam. Bertempat di Kantor DPD PAN Kota Malang komplek riko Tlogomas Square, pertemuan itu sempat membahas kemungkinan koalisi kedua partai.

Sebagaimana diketahui, PKB memastikan mengusung Anton sebagai Bakal Calon Wali Kota. Di sisi lain, PAN mendapat arahan DPP untuk mengusung Ashanty. Public figure yang juga istri Anang Hermansyah ini dinilai memiliki popularitas cukup tinggi di Kota Malang.

“Kondisi PAN sendiri masih cair. Baik nama yang disodorkan DPW atau DPP, belum merupakan ketetapan. Bisa juga kami akan mengusung pihak eksternal. Bergandengan dengan PKB pun, misalnya, bukan suatu yang tidak mungkin,” kata Ketua DPD PAN Kota Malang, Pujianto.

Meski begitu, jalan menuju koalisi cukup terjal. Betapa tidak, alotnya upaya tersebut sudah terlihat dari dinamika politik yang terjadi akhir-akhir ini. Sebelumnya, PAN telah berkomitmen yang membentuk poros alternatif dengan Partai Hanura, walau sosok yang diusung masih merupakan tanda tanya.

Di sisi lain, PKB sudah melaksanakan penjaringan Bakal Calon Wakil Wali Kota. Terdapat lima orang yang terjaring, di antaranya Gunadi Handoko (Ketua Peradi Malang) dan Gufron Marzuqi (Ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang).

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang, Arif Wahyudi, menegaskan, pihaknya telah menutup pintu penjaringan. Dengan begitu, kemungkinan merapatnya Ashanty menjadi sulit.

“Kami menawarkan Abah Anton kepada PAN karena beliau sudah pasti jadi keputusan untuk kami usung. Sampai hari ini, tim penjaringan menemukan lima orang yang ingin mendampingi. Proses selanjutnya tetap dilakukan. Kalau toh ada yang lain, itu bukan menjadi wewenang kami,” tandasnya.(Coi/Yei)