Menteri PPPAI Apresiasi Kampung Ramah Anak Desa Punten Kota Batu

Menteri PPPAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)
Menteri PPPAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPAI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi adanya Kampung Ramah Anak (KRA) di Desa Punten, Kota Batu.

Dia mengaku, konsep lingkungan ramah anak di desa tersebut bisa menjadi pilot project Kemen PPPAI. Menurutnya, konsep yang diterapkan tersebut luar biasa.

”Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ini suatu hal yang luar biasa yang pertama kali konsepnya bagaimana kita lihat dalam memberikan perhatian kepada anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa ini,” kata dia saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu pada Kamis (27/2).

BNN Kota Malang

Dijelaskannya, di desa tersebut banyak sekali edukasi-edukasi yang diberikan kepada anak-anak. Salah satunya, dengan menjadikan gang-gang sempit dan rumah-rumah warga menjadi tempat belajar mereka.

”Perhatian dari kepala desa, pemerintah kota dan partisipasi masyarakat ini luar biasa. Rumahnya dibuka selebar-lebarnya dimanfaatkan untuk aktivitas anak-anak seperti ini,” ungkapnya.

Dengan adanya hal tersebut, Bintang Darmawati mengaku akan menjadikan konsep yang ada di KRA Desa Punten ini untuk disebarluaskan ke beberapa daerah lain.

Tentunya, tetap dengan kearifan lokal, situasi dan kondisi daerah yang bersangkutan.
”Konsep dasarnya ini bagaimana perhatian dan partisipasi masyarakat kepada anak-anak di kampung itu. Sehingga kampung yang dikelola oleh anak ini luar biasa,” ujarnya.

Salah satunya, dia mencontohkan seperti adanya gang sempit yang dijadikan tempat belajar dan bermain. Kemudian, rumah-rumah warga yang dijadikan tempat belajar selayaknya sekolah pada umumnya.

”Di sini kan waktu luang anak-anak diisi dengan membaca bermain kemudian juga ada budidaya ikan. Makanya, ke depan akan kita mulai ini dan menjadikan inspirasi serta motivasi untuk memberikan wahana yang lebih luas kepada anak-anak untuk menghindari bermain gadget,” tuturnya.(Der/Aka)