Mengintip Suasana Ramadan di Lapas Malang, Ibadah Jalan, Pembinaan Tetap Aman

MALANGVOICE – Suasana Ramadan terasa khusyuk di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang. Selama bulan suci, warga binaan rutin menggelar salat Tarawih berjamaah yang dilanjutkan tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah sebagai bagian dari pembinaan keagamaan.

Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bergilir per blok hunian. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus menyesuaikan kapasitas masjid. Sementara bagi blok yang belum mendapat giliran, Tarawih dan tadarus tetap dilaksanakan di masing-masing blok dengan pengawasan petugas.

Kota Malang Raih Predikat WTP ke-14 dari BPK RI, Wahyu Hidayat Puji Kinerja Pemerintah Daerah

Langkah tersebut memastikan seluruh warga binaan tetap bisa beribadah secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan. Suasana religius pun terasa merata, baik di dalam masjid maupun di lingkungan blok hunian.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turut hadir memberikan penguatan langsung kepada warga binaan. Ia menegaskan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.

“Saya mengajak seluruh warga binaan untuk terus istiqamah menjalankan ibadah, baik yang wajib seperti salat lima waktu dan puasa maupun yang sunah seperti Tarawih dan tadarus,” ujar Teguh.

Menurutnya, konsistensi dalam beribadah akan melatih kedisiplinan, kesabaran, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat dan menjadi bekal saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini mampu menguatkan keteguhan hati saudara-saudara sekalian dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan, serta menjadikan masa pidana bukan sebagai penghambat untuk terus mendekatkan hati kepada Sang Pencipta,” tambahnya.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Malang yang berada di Ngajum. Di lokasi ini, warga binaan melaksanakan Tarawih dan tadarus di musala setempat dengan suasana berbeda.

Dikelilingi pemandangan alam dan hawa sejuk pegunungan, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menghadirkan nuansa malam yang syahdu dan menenangkan. Pembinaan spiritual di SAE berjalan beriringan dengan program kemandirian yang selama ini dijalankan.

Usai tadarus, baik di dalam lapas maupun di SAE Ngajum, seluruh warga binaan mengikuti apel malam. Petugas melakukan cek fisik serta penghitungan jumlah penghuni sebagai bagian dari prosedur pengamanan wajib. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif sesuai standar operasional.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), Eksa Rahnuzulian, menyampaikan pihaknya menyiagakan petugas piket malam tambahan selama Ramadan.

“Petugas tambahan ini akan membantu pengawasan dan mengawal kegiatan Tarawih dan tadarus hingga selesai, sekaligus mengawasi pembagian makanan menjelang waktu sahur,” ujar Eksa.

Dengan pengamanan berlapis tersebut, kegiatan ibadah di Lapas Kelas I Malang tetap berjalan khusyuk tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait