Mengenang Jasa Pahlawan, TMP Kota Batu Dihias Bendera dan Ditaburi Bunga

TMP Kota Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Di peringatan Hari Pahlawan Nasional, Taman Makam Pahlawan (TMP), Kelurahan Ngaglik, Kota Batu jadi ajang mengenang jasa-jasa pejuang kemerdekaan Indonesia.

Pada saat Hari Pahlawan, TMP Kota Batu dihiasi banyak bendera merah putih dan bunga-bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa pahlawan yang telah gugur.

Seluruh makam yang ada di sana telah ditaburi bunga-bunga. Hal itu memang selalu terjadi saat Hari Pahlawan. Selain itu ada beberapa anak cucu mendiang panlawan yang ziarah mendoakan para pendahulu.

Agus Susanto Sekeluarga Ziarah Kepad Mendiang Ayahnya, Kapten Supardi (Achmad Sulchan An Nauri)

Salah satunya adalah Agus Susanto, warga Kecamatan Karangploso yang mengajak seluruh keluarganya untuk ziarah kepada mendiang bapaknya, Selasa (10/11). Bapak Agus Susanto merupakan Kapten dari TNI dalam kabinet Dwikora.

Kabinet Dwikora dibentuk oleh Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno. Kabinet tersebut dibentuk untuk melakukan konfrontasi pada Malaysia yang ingin menyatukan Brunei, Sabah dan Sarawak pada Federasi Malaysia.

Ir. Soekarno mengecam langkah tersebut karena dianggap Malaysia merupakan boneka dari imperealisme Inggris untuk tetap menjalankan kolonialismenya. Slogan yang terkenal pada saat itu adalah “Ganyang Malaysia!”.

Bapak Agus Susanto, Kapten Supardi lahir di Bandung, 7 Oktober 1942. Ia merupakan Kapten pada Konfrontasi Federasi Malaysia.

“Bapak dulu sampai terdampar di Pulau Aru saat memperjuangkan kedaulatan Indonesia,” terangnya. Pada kesempatan itu Agus mengajak ibunya dan anak-anaknya untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini.

“Meskipun pejuang, Bapak adalah sosok orang yang sabar,” imbuhnya. Ia mengatakan bahwa dalam sosok bapaknya tidak ditemukan stigma tentara yang keras. Bapaknya mengajarkan rasa sabar hingga ketika sepeninggal Supardi, seluruh keluarganya bisa sabar dan menerima sepenuhnya.

Agus didampingi ibunya yang merupakan istri Supardi, Endang Retnowilis. Endang berpesan untuk terus menjaga rasa nasionalisme dan meneruskan perjuangan para pahlawan.

Perempuan berumur 72 tahun itu berpesan pada anak-anak muda untuk terus berjuang demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ya berjuangnya tidak perlu dengan perang, bisa berjuang melalui pemikiran-pemikiran dan prilaku yang adiluhung menjunjung harkat martabat Negara Indonesia,” tutupnya.(der)

article bottom ad