Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Mendadak, Dishub Kota Malang Kumpulkan Sopir Angkutan Umum

Dishub Kota Malang menggelar pertemuan bersama sopir angkutan umum konvesional. (deny)

MALANGVOICE – Menanggapi konflik antara sopir angkutan umum dan taksi online yang terjadi sejak beberapa hari lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, mengadakan mediasi.

Dalam pertemuan di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Ijen itu, Dishub hanya mengumpulkan para sopir angkutan umum maupun taksi konvesional. Mereka dibiarkan menyalurkan uneg-uneg selama ini dengan kehadiran taksi online.

“Pertemuan secara mendadak ini mereka semua sepakat menolak adanya taksi atau angkutan umum berbasis online,” kata Kadishub Kota Malang, Kusnadi, Sabtu (18/2).

Menurut Kusnadi, para sopir angkutan umum konvesional itu merasa dirugikan karena pendapatan menurun. Mereka juga akan menggelar demo besar-besaran agar taksi online ditutup.

“Kota Malang memang belum membutuhkan taksi online dan semacamnya. Mereka juga ingin demo, tapi saya harap mereka bertahan sebelum ada keputusan dari wali kota,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Kusnadi berpesan pada sopir angkutan umum konvesional untuk bernenah diri dan perbaiki fasilitas. Pihaknya tak segan mengambil langkah tegas apabila ada laporan sopir nakal.

Dalam pertemuan itu, Dishub juga menggandeng anggota dari Satlantas Polres Malang kota, bersama puluhan perwakilan trayek angkutan umum. “Keputusan wali kota itu bisa turun mungkin beberapa hari ke depan. Saya mau laporan dulu,” tutup Kusnadi.