Kota Malang Memilih Pemimpin

Mbois Puol, Nanda – Wanedi ‘Jadi’ Hero Mobile Legends Demi Raih MVP!

Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi menampilkan tema Mobile Legends. (Istimewa) 
Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi menampilkan tema Mobile Legends. (Istimewa) 

MALANGVOICE – Unjuk kreativitas, itulah yang dilakukan tim kandidat pasangan  Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Dr Ya’qud Ananda Gudban –  H Ahmad Wanedi. Ini semua dilakukan dalam rangka helatan Pilwali Kota Malang 2018.

Pasangan yang akrab disebut Menawan ini membuat beragam banner dan video unik untuk menggaet para pemilih. Salah satunya, yakni membuat banner instagram dengan model game yang sedang digandrungi, Mobile Legends. 

Dalam banner tersebut, sosok Nanda dan Wanedi digambarkan sebagai hero dalam game piranti bergerak berjenis MOBA yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Moonton tersebut. Gambar tersebut juga lengkap dengan penjelasan kemampuan deskripsi hero. 

Dalam hal ini, kemampuan Nanda dan Wanedi dideskripsikan sesuai visi dan misi yang diusung pasangan tersebut. Jika Pilwali diibaratkan sebuah arena pertarungan Mobile Legends, tentu pasangan ini bertekad meraih gelar Most Valuable Player (MVP). 

Menurut Juru Bicara Tim Pemenangan Nanda – Wanedi, Dito Arief, perang kreativitas dalam Pilwali 2018 adalah hal yang mutlak dilakukan. Alasannya, tentu agar tidak ada pasangan yang melakukan aksi negatif campaign bahkan menuju kepada black campaign.

“Kami ajak mari adu kreativitas. Jangan adu black campaign. Kami ingin suasana menjadi meriah dan benar-benar menjadi pesta warga Kota Malang,” kata Sekretaris DPD PAN Kota Malang ini. 

Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi menampilkan tema Mobile Legends. (Istimewa) 
Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi menampilkan tema Mobile Legends. (Istimewa) 

Sebelumnya, beragam trik juga dilakukan untuk sosialisasi ketokohan Nanda – Wanedi. Pasangan ini juga aktif membuat berbagai video dengan durasi 60 detik untuk menggambarkan kegiatan serta dukungan dari berbagai pihak.

Terbaru video dukungan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepada Nanda – Wanedi menjadi viral di media sosial dan mendapat apresiasi dari masyarakat Kota Malang. Jauh sebelumnya, tim pemenangan pasangan ini juga membuat sebuah jingle yang digubah dari lagu berjudul ‘Suka-Suka’ milik Jamal Mirdad. Jingle ini sudah mendapatkan hak cipta dan liriknya diganti sebagai dukungan untuk Nanda – Wanedi.

Tak lama berselang, tim kembali meluncurkan lagu berjudul ‘Ayo Noto Malang’. Jingle dengan sentuhan genre reggae ini diharapkan mampu menggaet para pemilih pemula di Kota Malang. Bahkan, belum hangat jingle ‘Ayo Noto Malang’ sebuah kelompok musik membikin jingle baru dengan sentuhan Hip hop dengan lirik yang begitu dekat dengan masyarakat.

Tidak saja dalam bentuk lagu, banner-banner yang tersebar di media sosial tak kalah menariknya. Mengadopsi film anak muda yang lagi hits yakni ‘Dilan 1990’, poster pasangan Nanda – Wanedi itu pada 26 Januari diunggah pada akun Instagram resmi pasangan ini, @malangkotamenawan.

“Akan ada banyak kejutan-kejutan lain yang kami siapkan dan tentunya itu dalam koridor menunjukkan ide dan kreativitas kita untuk berkampanye dan memberikam pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” tegas Dito (Der/Ery)