Masyarakat Kota Batu Doakan Personel Polri Korban Terorisme Mako Brimob

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Pj Sekda Kota Batu Edy Murtono dan para ulama, doa bersama untuk korban aksi terorisme di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Jumat sore (11/5). (Aziz Ramadani/ MVoice)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Pj Sekda Kota Batu Edy Murtono dan para ulama, doa bersama untuk korban aksi terorisme di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Jumat sore (11/5). (Aziz Ramadani/ MVoice)

MALANGVOICE – Ratusan masyarakat Kota Batu berkumpul di Jalan Gajah Mada Kota Batu, Jumat sore (11/5). Masyarakat terdiri dari para ulama hingga ormas ini kirim doa untuk lima korban personel Polri dalam tragedi kerusuhan narapidana teroris (napiter) Rutan Mako Brimob.

Tampak pula dukungan spanduk dari Pemuda Pancasila Kota Batu dan Satkorcab Banser Kota Batu. Ada yang bertuliskan Pemuda Pancasila siap jadi garda terdepan memerangi terorisme. Ada pula ucapan bela sungkawa dan doa memohon kelima personel Polri husnul khotimah.

Doa dipimpin langsung Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu Abdul Rochim. Para ulama dan masyarakat ini pun tidak hanya dari Kota Batu. Ada juga mulai Kasembon, Ngantang dan Pujon Kabupaten Malang.

BNN Kota Malang

“Kami turut berduka cita. Semoga amal ibadah diterima oleh Allah SWT. Kami senantiasa siap mendukung Polri memerangi terorisme,” kata Sumadi perwakilan dari Kasembon Kabupaten Malang.

Usai doa, peserta kemudian membubuhkan tanda tangan pada spanduk raksasa. Spanduk bagian atas tertera foto kelima korban kerusuhan napiter di Rutan Mako Brimob. Yakni Briptu Syuron Fadhli, Iptu Yudi Rospuji, Brigpol Fandi, Aipda Denny, dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas.

“Deklarasi ini wujud mendukung kami (Polri) memerangi radikalisme. Serta wujud penghormatan kepada lima personel Polri yang gugur melaksanakan tugas,” kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto ditemui MVoice usai acara.

Alumnus Akpol 2000 ini menambahkan, peristiwa tersebut tidak sedikit pun menurunkan moril pihaknya. Justru membuat semakin bangkit untuk terus mengawal keutuhan NKRI dari segala aksi terorisme dan radikalisme.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menciptakan rasa aman, tenang dan damai. Sebab tidak ada ajaran agama apapun yang membenarkan saling menyakiti,” tutup pria akrab disapa Buher ini.(Der/Aka)