“Masyarakat Datang ke Balai Kota Among Tani Seperti Masuk Rumah Sendiri”

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, saat memotong tumpeng, tasyakuran satu tahun menempati Balai Kota Among Tani.(miski)
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, saat memotong tumpeng, tasyakuran satu tahun menempati Balai Kota Among Tani.(miski)
Article top ad

MALANGVOICE – Pemkot Batu menggelar tasyakuran satu tahun menempati Balai Kota Among Tani, berlangsung di Graha Pancasila, Rabu (4/1).

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, mengakui, terwujudnya Balai Kota Among Tani tidak terlepas dari kinerja bersama selama ini.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan Balai Kota Among Tani, kata dia, bersumber dari masyarakat. Hal tersebut yang menjadikan kantor pemerintahan dinamai Balai Kota Among Tani.

“Masyarakat merasa nyaman saat ke Balai Kota Among Tani, mereka menganggap seperti rumah sendiri,” kata ER, di hadapan pejabat dan PNS, beberapa menit lalu.

Semula, kantor Pemkot Batu direncanakan akan dibangun di daerah Oro-oro Ombo, tepatnya yang kini berdiri Jatim Park 2.

Sedangkan lahan yang kini ditempati Balai Kota Among Tani, sempat ditawarkan ke pihak swasta, baik dibangun hotel maupun tempat wisata.

Namun, melihat kondisi Kota Batu saat itu, banyak pihak luar belum percaya dan berminat. Di antaranya Ditawarkan untuk Trans Studio, Grup Ciputra dan Jatim Park 2.

“Dulu tidak terbayangkan bisa membangun kantor seperti ini. Apalagi sebagus ini,” ungkapnya.

ER lantas memotong tumpeng berukuran besar dan diberikan ke salah satu pegawai Pemkot Batu.