Masuki Zona Kuning, Masyarakat Kota Batu Diharapkan Tetap Taat Prokes

Kepala Dinas Kominfo Kota Batu, Agoes Machmoedi (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Pada hari selasa kemarin (19/01) Kota Batu dinyatakan memasuki Zona Kuning atau penularan covid-19 yang rendah. Sebelumnya Kota Batu berkecimpung di zona oranye.

Pencapaian ini disebabkan selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari ini ketaatan masyarakat terhadap prokes meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kota Batu, Agoes Machmoedi. Ia mengharapkan agar kedisiplinan ini tetap dipertahankan.

“Kedisiplinan ini ditujukan agar pandemi Covid-19 segera teratasi. Sehingga kembali normal seperti sediakala. Perekonomian juga kembali bangkit,” papar Agoes.

Capaian ini dapat terwujud karena sinergi yang bagus antara Pemkot Batu dan seluruh stakeholder yang mendukung. Mulai dari pelaku wisata, kuliner, perhotelan hingga masyarkat.

Ia mengatakan bahwa dukungan mulai desa/kelurahan, kecamatan hingga tingkat Kota, petugas keamanan, Satpol PP, Dishub semuanya intens menegakkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Tidak melulu pemerintah. Tapi persoalan bersama yang harus diatasi secara kolektif,” ujar dia.

Namun ia mengatakan bahwa pencapaian ini tidak boleh membuat masyarakat dan semua pihak lengah. Agar Kota Batu bisa menyambut zona hijau.

“Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tingkat kesadaran masyarakat sudah membaik menjalankan protokol kesehatan. Hanya sebagian kecil masyarakat yang melakukan pelanggaran prokes,” papar dia.

Agoes menuturkan, selama PPKM dijalankan, ada penambahan kasus baru namun hal itu masih bisa dikendalikan. Ia merinci dari 1099 terkonfirmasi positif bertambah menjadi 1118 kasus.

Resiko penularan Covid-19 masih bisa dikendalikan sejak PPKM dilakukan,” kata dia.

Dari data yang dihimpun per 19 Januari, kasus aktif mengalami penurunan. Penurunan terlihat sejak 12 Januari lalu. Dari laporan terkahir per 19 Januari, kasus aktif tercatat 13 persen.

Begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang bertambah sejak 12 Januari lalu. Saat ini tercatat, tingkat kesembuhan sebanyak 1011 orang. Sebaliknya, fatalitas menurun. Sejak 11-19 Januari terhitung hanya ada penambahan 4 kasus.

Pihaknya juga mengatakan, langkah Dinkes yang tangkas dalam menekan laju penularan melalui upaya tracing. Sehingga bisa ditekan laju penularannya.

“Intinya karena kerja sama semua pihak untuk keluar dari pandemi ini,” lanjut Agoes.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta agar peralihan dari zona oranye ke zona kuning, tak perlu dibesar-besarkan. Justru sebaliknya, penurunan zona ini dikhawatirkan muncul persepsi dari masyarakat yang meremehkan pelaksanaan protokol kesehatan.

Sehingga ia meminta kepada masyarakat agar tak beranggapan jika situasi sudah aman. Bagaimanapun juga harus tetap waspada san tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Intinya tetap menjalankan 3M. Menjaga diri juga harus dilakukan. Saya berterimakasih, ternyata ada hasil positif dari pelaksanaan PPKM,” ungkap dia.

Perubahan menjadi zona kuning bukan karena upaya yang singkat. Menurut Dewanti, hasil itu merupakan proses panjang yang telah dilakukan oleh semua lini. PPKM salah satu bagian dari upaya penanganan.

“Upaya-upaya penanganan sudah jauh-jauh hari telah dilakukan. Apapun itu harus menjaga protokol kesehatan. Kami semua punya target bisa mengentas dari pandemi,” lanjut dia.(der)