Massa Solidaritas Rohingya Tuntut Pemutusan Diplomatik dengan Myanmar

Massa mengatasnamakan KNSR gelar unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Jumat (14/12). (Aziz Ramadani/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Massa mengatasnamakan Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) gelar unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Jumat (14/12). Mereka menyerukan beberapa tuntutan atas kekerasan kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar.

Massa berorasi sembari menenteng beberapa spanduk bertuliskan Bersama Bela Rohingya dan bertagar #AREMABERSAMAROHINGYA.

“Gelaran ini dilakukan karena sampai saat ini belum ada respons dari PBB maupun Myanmar mereaksi kekerasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya di tanahnya sendiri,” kata Koordinator Aksi KNSR Saiful Anam kepada awak media.

KNSR, lanjut Saiful, maupun Indonesia bukan berarti memusuhi Myanmar. Pihaknya hanya menuntut Pemerintah Myanmar menyelesaikan kekerasan terhadap Rohingya dan memberikan keadilan bagi etnis Rohingya.

Adapun tuntutan yang diminta KNSR ialah menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan HAM Rohingya di sidang dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Indonesia juga diminta untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar jika tidak menghentikan kekerasan tersebut.

“Indonesia tegas menolak hubungan dengan Israel karena menjajah Palestina, lalu apa bedanya dengan Myanmar terhadap Rohingnya,” sambung dia.

Saiful menambahkan, berdasarkan data Kantor Berita Perancis, AFP, kekerasan terhadap Rohingya yang terjadi sejak 25 Agustus 2017 silam saja sudah memakan korban tewas lebih dari 1.000 orang. Sedangkan lebih dari 270.000 orang melarikan diri atau mengungsi ke Bangladesh.

Angka ini jauh berbeda dengan jumlah yang dirilis pemerintah Myanmar yang hanya 400 orang.
Sedangkan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan jika lebih dari 723.000 etnis Rohingya meninggalkan tanahnya sendiri untuk mengungsi.

“KNSR juga menuntut untuk dibukanya akses pengiriman bantuan kemanusiaan serta mendesak dikeluarkannya resolusi PBB untuk penghentian pelanggaran HAM luar biasa oleh Myanmar,” jelasnya.

Bagi masyarakat di Malang Raya, pihaknya mengimbau agar memberikan energi positifnya membantu penderitaan saudara-sauudara di Rohingnya dengan selalu memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan, melakukan kampanye di sosial media.

“Serta menyalurkan kepeduliannya secara langsung dengan membantu berupa dana disalurkan melalui lembaga yang kredible serta memiliki program jelas untuk memberikan penghidupan bagi warga Rohingnya yang lebih layak lagi,” pungkasnya.(Der/Aka)