Masa Tenang Pilkada, Warga Digegerkan Koran “Malang Makjur”

Bentuk black Campaigne di beberapa media. (Istimewa).
Article top ad

MALANGVOICE – Warga Kabupaten Malang digegerkan dengan munculnya selebaran berupa koran yang berisi membongkar sejumlah kasus Bupati Malang HM Sanusi selama menjabat.

Koran dengan nama “Malang Makjur” itu merangkum berbagai berita yang telah tayang dan seakan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa selama ini Bupati Malang HM Sanusi telah gagal dalam menjalankan tugasnya termasuk dalam menjaga masalah sosial di masyarakat.

Salah satu isu yang diangkat dalam selebaran tersebut adalah lokalisasi yang kembali dibuka dan beroperasi pada masa HM Sanusi. Padahal, beberapa lokalisasi termasuk di kawasan Girun tegas ditutup pada zaman kepemimpinan Rendra Kresna.

Bahkan, untuk membuktikan lokalisasi di Kabupaten Malang beroperasi, mini koran “Malang Makjur” itu membeberkan beberapa foto sebagai penguat narasi.

Isu lain yang tak kalah menarik adalah sejumlah proyek di Kabupaten Malang yang diduga kuat dimainkan oleh menantu HM Sanusi yakni Ali Ashar. Dengan membeber sejumlah bukti mini koran itu menunjukkan jika menantu HM Sanusi bermain proyek melalui CV Risquna yang dipimpin Ali Ashar. Bahkan, isu menantu Bupati Malang HM Sanusi bermain proyek sempat jadi temuan Malang Corruption Watch (MCW).

Berlanjut ke halaman lainnya, koran berwarna merah itu juga membeberkan adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati Malang HM Sanusi yang menerima Motor Harley Davidson dari salah satu Bank Daerah di Jawa Timur. Dugaan ini menguat karena diberikan bukti pada saat pemberian motor terdapat kepala pimpinan cabang Bank yang dimaksud.

Dalam konteks pemerintahan utamanya pada saat penanganan Covid-19, Koran itu juga mengindikasikan melalui berita jika Bupati Malang HM Sanusi juga kurang tanggap. Bahkan masih menurut koran itu, beberapa kontroversi muncul saat menjawab masalah Covid-19. Salah satunya yakni menggunakan pawang hujan, masyarakat diminta membuat masker dari pakaian dalam, pembagian bantuan yang tanpa phsycal distancing dan paling parah adalah berjoget dangdut bersama tim pemenangan tanpa jaga jarak pada saat launching tim.

Dengan adanya Koran Malang Mak’jur tersebut, membuat Tim Pemenangan SanDi mengambil sikap, lantaran dinilai telah mencemarkan nama baik Paslon SanDi, karena koran tersebut berisikan berita-berita tidak tidak benar dan provokatif.

“Kami (Tim Pemenangan SanDi) akan ambil langkah hukum. PAC dan Ranting telah bersiap untuk melaporkannya,” ungkap Sekretaris Tim Kemenangan SanDi, Darmadi, saat dihubungi, Senin (7/12).

Menurut Darmadi, black Campaigne itu dimunculkan oleh ‘oknum’ provokator yang ingin membuat kisruh jalanya Pilkada Kabupaten Malang.

“Laporan itu akan kami ajukan ke Bawaslu dan Polres Malang,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Media Sanusi Center, Zulham Mubarok menjelaskan, dalam menghadapi serangan black Campaigne, dan fitnah, hujatan, makian, membuat Calon Bupati (Cabub) Malang nomor urut 1, HM Sanusi lebih memilih bersabar dan tetap mendoakan kebaikan.

“Beliau memilih sabar, beliau berkata sebagai seorang muslim sikap kita harus berkaca pada akhlaq Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Bahkan, lanjut Zulham, beliau perpesan pada semua yang selama ini telah mendukungnya untuk tidak terprovokasi atas adanya ujaran kebencian yang ditujukan pada HM Sanusi.

“Beliau (HM Sanusi) mengimbau atas nama kebaikan, panjenengan semua, baik simpatisan, relawan, maupun tim pendukung saya (Sanusi) untuk tidak terprovokasi dengan beredarnya informasi fitnah yang disebar melalui berbagai cara, baik di sosial media maupun melalui selebaran koran gelap,” jelasnya.

Bahkan, tambah Zulham, HM Sanusi meminta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tetap menyebarkan kebaikan, agar dapat dijadikan pendidikan bagi generasi milenial dan rakyat banyak supaya menyudahi perseteruan karena perbedaan dukungan politik. Tetap bersatu untuk kabupaten Malang yang lebih makmur

“Kita perbanyak sholawat dan doa agar pelaku yang gencar menjatuhkan nama baik saya dan keluarga saya diberi hidayah dan sadar bahwa cara-cara hitam dalam upaya meraih sebuah jabatan tidak sebanding dengan persaudaraan dan persatuan warga Kabupaten Malang,” pungkasnya, sembari menirukan tata biacara HM Sanusi.