Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Lintas Komunitas di Kota Malang Bentuk Ojek Gratis

Relawan ojek gratis berkumpul di depan DiLo, Kota Malang (Tika)
Relawan ojek gratis berkumpul di depan DiLo, Kota Malang (Tika)

MALANGVOICE – Dampak demo sopir angkot menolak kehadiran moda transportasi berbasis online di Kota Malang, memantik kepedulian dan warga yang tergabung dalam berbagai komunitas.

Mereka membentuk relawan ojek gratis. Tujuannya, mengantarkan warga Malang, terutama pelajar untuk sampai tujuan. Pasalnya, saat ini angkot berhenti beroperasi sebagai bentuk protes transportasi online.

Relawan ojek gratis ini memiliki anggota bergaram. Ada yang dari anak motor, Tilang Malang (Tim) dan berbagai komunitas lainnya yang tergabung dalam facebook grup Komunitas Peduli Malang.

Sekitar 30 relawan lintas komunitas ini berkumpul di Digital Lounge (DiLo), Kayutangan, Kota Malang untuk mengantarkan warga yang terlantar karena demo angkot.

Mereka mulai bergerak mengantarkan warga sekitar pukul 13.30, atau jam pulang anak sekolah.

Salah satu relawan, Aji Dharma, menjelaskan, aksi ini diawali oleh tekad salah satu anggota Tim, Galih Romli, yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

“Dia bilang akan menggratiskan ojeknya hari ini, menolong anak sekolah yang susah dapat angkot. Ide itu akhirnya kami ikuti, berbagai macam komunitas tergabung dalam aksi ini,” kata dia saat berbincang dengan MVoice, di DiLo, Selasa (7/3).

Dia menjelaskan, dalam aksi ini, penumpang sama sekali tidak dipungut biaya. Jika ingin menggunakan layanan ini, cukup memesan dari grup Facebook.

“Gratis tanpa dipungut biaya apapun. Niat kami murni untuk membantu,” tegas dia.