Lini Belakang Persikoba Dievaluasi

Pemain Persikoba merayakan hasil imbang dengan para pendukungnya berjuluk Combat di Stadion Brantas Kota Batu, sore tadi (21/5).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Pasca ditahan imbang Tripel S Kediri 1-1, sore tadi (21/5) Persikoba wajib evaluasi, khususnya lini belakang. Dari empat laga yang sudah dilakoni, tim berjuluk Elang Putih ini memasukan lima gol dan kebobolan 4 gol.

Dalam 4 pertandingan terakhir, Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, Persikoba hanya meraih sekali kemenangan. Sisanya, dua kali seri dan satu kekalahan. Lini belakang menjadi PR besar anak asuhan Samsul Riadi ini. “Lini belakang kami jadi catatan. Mereka masih lemah dalam berkoordinasi,” kata Pelatih Persikoba, Samsul Riadi ditemui MVoice, usai laga imbang 1-1 melawan Tripel S Kediri.

Namun, lanjut dia, kematangan timnya memang belum 100 persen. Sebab, mayoritas pemainnya adalah pemain muda yang baru naik di tim senior. “Mereka masih kurang stabil karena pertama kali ikut kompetisi seperti ini,” dalihnya.

BNN Kota Malang

Sementara itu, pelatih Tripel S Kediri Suwardi mengaku cukup kecewa dengan pinalti yang didapat Persikoba. Apalagi penalti tersebut terjadi menjelang masa injuri time. “Kecewa pasti, tapi kami tidak ingin menyalahkan siapapun termasuk wasit,” ujarnya.

Apapun hasilnya hari ini, lanjut dia, pihaknya menerima. Selama pertandiang, Suwardi juga puas dengan permain yang cukup menarik. “Sayangnya kami tidak full tim, mungkin pertandingan akan lebih menarik lagi,” pungkasnya.