MALANGVOICE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat ada penurunan produksi sampah selama libur lebaran.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan, dalam kondisi normal, volume sampah harian di Kota Malang bisa mencapai 600 ton. Namun selama periode Lebaran, rata-rata hanya berada di kisaran 500 ton per hari.
Tinjau Langsung Suhat, Wagub Emil Temukan Beberapa Kendala Penyebab Banjir
“Kalau keseluruhan sampah yang masuk di TPA itu per hari itu antara 500 sampai 550, bahkan bisa sampai 600 ton. Tapi kemarin rata-rata sekitar 500an. Karena memang tidak terlalu banyak justru ada malah pengurangan,” katanya, Kamis (26/3).
Menurutnya tidak adanya penambahan signifikan volume sampah selama libur lebaran besar dikarenakan banyaknya mahasiswa yang pulang kampung serta masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Raymond mengaku kondisi ini cukup signifikan mengurangi beban sampah kota.
“Malah sedikit berkurang karena memang kondisinya mahasiswa ini bisa dibilang lebih dari 50 persen mudik. Sehingga cukup mengurangi sampah yang signifikan. Tetapi untuk tempat-tempat seperti kayutangan, kemarin pada waktu salat id itu peningkatan. Teman-teman di lapangan sudah dipersiapkan sehingga tidak sampai jam 10 semua sudah bersih semua,” ujarnya.
Di sisi lain, DLH tetap menyiagakan personel di beberapa titik keramaian termasuk kesiapan armada pengangkut sampah khusus.
“Contoh yang di Alun-Alun kemarin, Masjid Jami, itu kita 30 personil ditambah 2 dump truck. Terus di Masjid Sabilillah, kita tambah 20 personil. Sehingga begitu selesai acara, kurang lebih jam 10, teman-teman langsung membersihkan bekas-bekas sampah yang ada di sana. Tapi untuk yang di tempat-tempat lain normal saja,” terangnya.
Sementara itu, kawasan ruang publik seperti Alun-Alun Merdeka tetap dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Meski jumlah pengunjung meningkat signifikan, pengelolaan sampah dinilai masih terkendali berkat sistem kerja yang sudah terbiasa dengan volume tinggi.
“Untuk jumlah sampah di sana, karena memang di sana sudah dilakukan rutin, jadi tidak. Sudah terbiasa dengan volume sampah yang agak banyak. Teman-teman yang ditaruh di sana dalam satu harinya kan 15 dibagi 3 shift. Sehingga untuk pengambilan sampah di sana normal saja,” pungkasnya.(der)